GOSIPGARUT.ID — Dugaan kebocoran data pribadi 4,6 juta warga Jawa Barat yang viral di media sosial turut mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat. Anggota DPRD Jabar, Zaini Shofari, menilai insiden seperti ini sangat mungkin terjadi di tengah pesatnya aktivitas digital masyarakat.
“Kenapa tidak mungkin? Sangat mungkin. Siapapun berkesempatan berselancar di dunia maya. Sangat mungkin terjadi,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Zaini mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tidak menutup-nutupi persoalan dan menyampaikan secara terbuka apabila benar terjadi kebocoran data. Menurutnya, transparansi menjadi kunci agar masyarakat tetap waspada dan tidak terjebak disinformasi.
“Menurut saya, pihak terkait harus secara terbuka dan transparan menyampaikan ke publik apa yang terjadi. Tidak usah ditutupi agar kita semua menjadi waspada,” katanya.
Zaini juga menekankan pentingnya edukasi digital bagi masyarakat, guna meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan data pribadi. Selain itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemprov Jabar dianggap perlu sebagai langkah protektif menghadapi ancaman keamanan siber di masa depan.
“Kalau benar ini terjadi, semua harus waspada. Edukasi dan penguatan SDM sangat penting agar tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Pemprov Jabar pastikan tidak ada kebocoran data
Menanggapi isu yang beredar, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, membantah keras kabar kebocoran data tersebut. Ia menyebut informasi yang tersebar adalah hoaks.
“Kami sudah lakukan penelusuran, validasi dan hasilnya tidak ada kebocoran data. Informasi yang disampaikan oleh akun DigitalGhostt itu tidak benar,” katanya, Senin (28/7/2025).
Menurut Herman, klaim yang disebarkan oleh akun anonim di platform X (dulu Twitter) hanya bentuk pengakuan sepihak yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
“Itu teknik supaya dipercaya pasar dan kemudian diperjualbelikan di web gelap. Yang benar, di kami tidak ada kebocoran data,” tegasnya.
Diskominfo: Sistem keamanan terus diperkuat
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Adi Komar. Ia menegaskan hasil penelusuran internal membuktikan tidak ada kebocoran data yang dikelola Pemprov Jabar.
“Klaim kebocoran data yang diunggah akun DigitalGhostt itu tidak benar,” ujarnya.
Adi menambahkan, Pemprov Jabar terus memperkuat sistem keamanan informasi melalui teknologi terkini, koordinasi antarlembaga, serta peningkatan literasi dan kesadaran aparatur sipil negara tentang pentingnya perlindungan data.
“Kami berkomitmen menjaga keamanan data masyarakat dan data strategis pemerintah. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing dan tetap kritis menyikapi isu yang beredar,” tandasnya. ***



.png)












