Berita

Irigasi di Caringin Dua Tahun Dibiarkan Rusak Tergerus Air Sungai Cipancong, Kadis PUPR Garut Tak Respon

×

Irigasi di Caringin Dua Tahun Dibiarkan Rusak Tergerus Air Sungai Cipancong, Kadis PUPR Garut Tak Respon

Sebarkan artikel ini
Bagian irigasi di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, yang rusak tergerus Sungai Cipancong.

GOSIPGARUT.ID — Sebuah irigasi di Desa Sukarame, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, selama dua tahun dibiarkan rusak tergerus air Sungai Cipancong. Kondisi irigasi sepanjang 3.700 meter itu kini tidak berfungsi alias sudah tidak dialiri air karena dari bendungnya sengaja ditutup agar kerusakan tidak semakin parah.

Seorang warga Desa Sukarame, Adin, mengatakan, kerusakan irigasi itu yang paling parah terjadi di lokasi bendung dengan tingkat kerusakan sepanjang 42 meter. Apabila terus dibiarkan atau tanpa adanya perbaikan, tambah dia, maka tidak mistahil tingkat kerusakan di irigasi tersebut akan tambah besar dan parah.

“Dampaknya, seluas 3.336 hektare lahan pesawahan di Kampung Cilubang, Desa Sukarame, dan sebagian di Desa Caringin, yang biasa terairi irigasi itu akan kekeringan terutama jika musim kemarau tiba,” ujar Adin, Kamis (27/2/2025).

Baca Juga:   Bupati Garut Minta Masyarakat Tidak Melakukan Salam Berjabatan Tangan

Ia menjelaskan, kerusakan yang terjadi di irigasi itu yakni tanahnya hilang lantaran tergerus air sungai karena keberadaan irigasi terletak di pinggir Sungai Cipancong. Setelah tanahnya hilang, kata Adin, maka gerusan air sungai bisa mengancam badan irigasi yang terdiri dari tembokan pasangan batu.

“Maka untuk menyelamatkan badan irigasi dari ancaman kerusakan, terpaksa aliran air dari bendung ditutup dulu. Jadi sebelum kerusakan di area irigasi yang tergerus air sungai diperbaiki, aliran air pada irigasi akan selalu terhenti,” terang dia.

Baca Juga:   Untuk Stasiun Garut-Cibatu, Akan Dioperasikan Kereta Api Kelas Ekonomi

Adin dan warga lainnya berharap agar di area irigasi yang rusak tergerus air Sungai Copancong itu dipasang bronjong setinggi 3,5 meter dan panjang 42 meter. “Nah, jika sudah diperbaiki, dengan pemasangan bronjong, tentu aliran air dari bendung pun akan dibuka lagi,” ujarnya.

Pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kecamatan Caringin, mengaku sudah sering menerima keluhan warga soal kerusakan irigasi Cipancong itu, dan sudah menyampaikannya ke Dinas PUPR Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Empat Rumah di Garut Rusak Akibat Gempa Banten, Dua di Banjarwangi

“Namun, karena sampai saat ini belum ada perbaikan, ada kesan bahwa kerusakan irigasi itu seolah dibiarkan,” kata sebuah sumber di UPT PUPR Kecamatan Caringin.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail, ketika dikonfirmasi GOSIPGARUT.ID lewat aplikasi Watsapp Kamis (27/2/2025), tidak merespon pesan yang dikirim. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *