Berita

Kedua Orangtuanya Meninggal Dunia, Gadis Belia Asal Cikajang ini Jadi Sering Ngamuk dan Kabur

×

Kedua Orangtuanya Meninggal Dunia, Gadis Belia Asal Cikajang ini Jadi Sering Ngamuk dan Kabur

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Rehabsos Dinas Sosial Kabupaten Garut Dadang Bunyamin (kanan), didampingi Ketua Forum TKSK Kabupaten Garut, menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga Dedeh. (Foto: Ai Karnengsih)

GOSIPGARUT.ID — Diduga depresi karena kedua orangtuanya meninggal dunia, Dedeh (19) warga Kampung Sukasari, Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, jadi sering ngamuk hingga melempari kaca rumah dan mengacak-acak pakaian dan tempat tidur.

Tidak jarang dia pun suka kabur hingga membuat kakaknya kelimpungan mencarinya.

Awalnya, perilaku anak bungsu dari empat bersaudara itu biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan sikap emosional yang meledak-ledak. Namun ketika kedua orangtuanya meninggal dunia, Dedeh mulai menunjukkan perilaku yang meledak-ledak hingga melempari kaca rumah menggunakan kursi.

Menurut keterangan Rina, kakak Dedeh, awalnya perilaku Dedeh biasa saja. Namun sejak orangtuanya meninggal dunia perilakunya mulai berubah. Ia jadi sering mengurung diri, marah-marah, dan mengacak-acak pakaian dan tempat tidur.

Baca Juga:   Dorong Program 3 Juta Rumah Presiden, Kementerian PKP Gandeng Pemkab Garut

“Sering marah, ngamuk kadang kabur itu sejak orang tua meninggal dunia. Ibu meninggal dunia terlebih dulu, tidak berselang lama bapak juga meninggal. Nah sejak itu sering ngamuk melempar kaca, mengacak-acak kamar dan kadang kabur,” ungkap dia, Jumat (1/12/2023).

Meski adik bungsunya kerap emosional, namun Rina tetap sabar merawat adik bungsunya itu. Beruntung kondisi Dedeh mendapatkan perhatian serius dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut.

Setelah ditangani Bidang Rehabsos Dinsos Kabupaten Garut, kini kondisi Dedeh mulai menunjukkan perubahan. Perilaku anak pasangan Enjang dan Ocim (Alm) ini sudah mulai membaik. Saat diajak berkomunikasi sudah mulai merespon, bahkan saat difoto dia bisa berfose sendiri.

Baca Juga:   Menjambret Kalung di Jalan Baru Leles, Dua Wanita Asal Limbangan Ditangkap Polisi

Menurut Kepala Bidang Rehabsos Dinsos Kabupaten Garut, Dadang Bunyamin, didampingi Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Cikajang yang juga Ketua Forum TKSK Kabupaten Garut, H.Dedeng, penanganan Dedeh sudah dilakukan dengan membawa ke RSJ Marzuki Mahdi.

“Masalah Dedeh sudah kita tangani. Gerak cepat ini dilakukan karena Dedeh masih memiliki masa depan yang panjang, usianya masih belia. Untuk yang bersangkutan sudah dibawa ke RSJ Marzuki Mahdi dan dilakukan pengobatan selama tiga minggu,” jelasnya saat menyerahkan bantuan sembako untuk pemenuhan kebutuhan hidup Dedeh, Jum’at (1/12/2023).

Baca Juga:   835 Kuota CPNS untuk Garut Diperebutkan oleh 18.755 Peserta Seleksi

“Sekarang Alhamdulillah sudah ada perubahan yang awalnya sering kabur dan ngamuk, sekarang sudah mulai membaik dan merespon percakapan dengan baik,” tambah Dadang.

Rini bersyukur karena kondisi adiknya mulai ada perubahan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Kabid, Pak TKSK berkat perhatian beliau sekarang adik saya ada perubahan. Perilakunya sudah tenang, bisa diajak komunikasi dan diarahkan sedikit-sedikit,” kata dia. (Ai Karnengsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *