GOSIPGARUT.ID — Di Kabupaten Garut saat ini terdapat 16 sekolah menengah kejuruan (SMK) yang menjadi sekolah pusat keunggulan (PK). Ke-16 sekolah PK itu diharus melaksanakan job fair, di mana program tersebut diadakan karena selama ini SMK dituding sebagai pencetak pengangguran terbanyak.
“Program ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran, khususnya yang ada di Kabupaten Garut,” demikian dikatakan Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah XI Dinas Pendidikan Provins Jawa Barat, Aang Karyana, Jumat (1/12/2023).
Menurut dia, saat ini ada 7 SMK lagi yang belum melakukan job fair. Aang menambahkan, selain mengadakan kegiatan job fair, juga mengadakan tracer study untuk mengetahui lulus apakah bekerja atau tidak.
“Ini adalah upaya memberikan ruang bagi lulusan sekolah untuk mendapatkan pekerjaan, pemerintah menggulirkan kebijakan dengan mengadakan SMK PK,” jelasnya.
Aang mengatakan pihak Dinas Provinsi Jawa Barat menelusuri sebetulnya anak-anak bekerja, berwirausaha, melanjutkan, atau memang tidak bekerja.
“Setiap tahunnya di Garut ada sekitar 40.000 lulusan. Kami berharap sekolah-sekolah di Garut bisa bekerja sama dengan disnaker untuk melaksanakan job fair seperti ini. Ketika semua SMK sudah melaksanakan job fair, kelihatannya yang 40.000 itu bisa teratasi atau meminimalisir,” harapnya.
Kepala Sekolah SMKN 2 Garut, Dadang Johar menuturkan, kegiatan job fair dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 29-30 November 2023.
Dadang mengatakan ada 1.600 lowongan pekerjaan dari 27 perusahaan yang membukan lowongan. “Jumlah perusahaan yang diundang adalah 50 perusahaan, hadir 47 perusahaan dan 27 perusahaan melakukan rekruitmen,” pungkasnya. (Yuyus)



.png)


















