Berita

Wanita Mendadak Buta yang Ditinggal Pergi Suami Tanpa Kabar Ini Dijenguk Kabid Rehabsos Garut

×

Wanita Mendadak Buta yang Ditinggal Pergi Suami Tanpa Kabar Ini Dijenguk Kabid Rehabsos Garut

Sebarkan artikel ini
Teteh Aisyah saat dikunjungi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Dadang Bunyamin (kanan) pada Rabu (8/11/2023). (Foto: Ai Karnengsih)

GOSIPGARUT.ID — Hari-hari gelap dan sepi harus dilalui Teteh Aisyah seorang, ibu rumah tangga asal Kampung Talagagede, Desa Talaga, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Perempuan empat orang anak itu harus melewati sisa usianya dengan kegelapan karena mengalami kebutaan akibat penyakit diabetes yang dideritanya.

Penderitaan wanita berusia 49 tahun itu semakin lengkap ketika suami tercintanya, Jaja, menghilang tanpa kabar dan tidak pernah kembali ke rumahnya. Kini, Teteh Aisyah hidup bersama kedua orang anaknya yang belum menikah dan anaknya yang bungsu terpaksa berhenti sekolah karena harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya masih berharap bisa melihat kembali dan melanjutkan hidup saya seperti semula agar tidak menjadi beban anak-anak,” ucap Teteh Aisyah saat disambangi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Dadang Bunyamin di rumahnya, Rabu (8/11/2023).

Baca Juga:   Legislator PDIP Minta Pemkab Garut Perhatikan Kebersihan Jalan Protokol

Teteh Aisyah nampak sumringah saat menerima rombongan dari Dinas Sosial Kabupaten Garut itu. Ia pun tidak berhenti melontarkan candaan, seakan-akan kegelapan yang selama ini dideritanya hilang dengan datangnya rombongan dari Dinas Sosial tersebut.

Di tengah keterbatasan penglihatan, Teteh Aisyah tidak berputus asa dan tetap berharap suatu hari bisa sembuh dan bisa melihat kembali dunia untuk menghabiskan sisa usianya.

“Alhamdulillah saya sangat senang, sangat berterimakasih dengan kedatangan Bapak Kabid Rehabsos, Ibu TKSK, dan perangkat pemerintahan Desa Talaga yang sudah berkenan memberikan bantuan sembako dan alat-alat kebersihan,” katanya penuh syukur.

Baca Juga:   Cara Perawatan Anjing Chihuahua yang Tepat

Menurut Kepala Bidang Rehabsos Dinas Sosial Kabupaten Garut, Dadang Bunyamin, tupoksi utama Rehabsos yakni memberikan respon cepat setiap pengaduan yang masuk terutama bagi Lansia dan penyandang disabilitas serta orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

“Tugas kami merespon secara cepat setiap pengaduan yang masuk serta kami datang langsung ke warga yang bersangkutan untuk menyerahkan bantuan sembako sebagai bantuan pemenuhan kebutuhan hidupnya, juga kami berkoordinasi dengan lintas sektor untuk penanganan selanjutnya,” jelas Dadang Bunyamin.

Ia menyebutkan, karena Teteh Aisyah tidak memiliki kartu indonesia sehat (KIS) dan tidak terakomodir bantuan sosial dari Kementerian Sosial, maka pihaknya melakukan koordinasi dengan bidang- bidang yang lain termasuk pihak pemerintah desa setempat agar kebutuhan Teteh Aisyah bisa terlayani dengan baik.

Baca Juga:   Penjabat Bupati Garut Serahkan Bantuan Perbaikan Rutilahu kepada 18 Penerima Manfaat di Empat Kecamatan

Selain memberikan sembako, Dadang Bunyamin juga memberikan wejangan agar Teteh Aisyah tetap semangat menjalani kehidupannya.

“Sekarang Teteh harus tetap semangat, tetap sabar jangan berputus asa dan kami akan terus berkoordinasi agar semua kebutuhan Teteh Aisyah bisa terlayani dengan baik,” pungkas dia yang disambut haru oleh Teteh Aisyah. (Ai Karnengsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *