Berita

Mendulang Peluang Uang di Perkebunan PT Condong Garut Petani Bisa Sejahtera, Bagaimana Caranya?

×

Mendulang Peluang Uang di Perkebunan PT Condong Garut Petani Bisa Sejahtera, Bagaimana Caranya?

Sebarkan artikel ini
Areal perkebunan kelapa sawit milik PT Condong di wilayah Garut Selatan. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Perkebunan PT Condong yang berlokasi di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, satu-satunya perkebunan kelapa sawit terbesar di Kabupaten Garut bagian selatan. Wilayah perkebunan meliputi empat kecamatan yakni Mekarmukti, Bungbulang, Pakenjeng dan Cikelet.

Dengan luas lebih dari 7.000 hektare, area perkebunan PT Condong didominasi tanaman kelapa sawit dan karet. Sisanya sekira 109 hektare merupakan aneka tanaman lain (cengkeh, jarak, kayu jati, dan tanaman lain).

Saat ini, sebanyak 1.100 karyawan perkebunan dari masyarakat sekitar kebun menggantungkan hidupnya dengan menjadi karyawan perkebunan. Mayoritas karyawan perkebunan didominasi masyarakat Desa Cigadog, Mekarmukti, Pakenjeng, dan Bungbulang.

Menurut keterangan Human Resource Development (HRD) PT Condong, Undang Kadarisman, SE, saat pandemi Covid-19, sekitar 150 karyawan yang dirumahkan. Kebijakan merumahkan karyawan tersebut karena usia yang sudah tidak produktif. Namun pekerja yang dirumahkan tetap diberikan haknya dan masih bisa bekerja sebagai pekerja harian.

Diakui Undang, di tengah kondisi perkebunan yang jalan di tempat karena adanya gangguan non teknis yang berdampak pada menurunnya hasil panen dan hasil produksi kelapa sawit, muncul tudingan-tudingan yang tidak mendasar yang dialamatkan kepada pihak perkebunan.

Undang mengaku siap menghadapi semua tudingan tersebut dan pihak perkebunan terbuka kepada siapapun yang ingin berkunjung.

“Kami terbuka kepada siapapun, baik media massa, LSM/Ormas, mahasiswa atau lembaga manapun karena kami memiliki aturan yang jelas yang harus kami taati dan kami pertanggung jawabkan. Kami menjalankan visi dan misi tidak bisa sewenang-wenang karena kami harus tunduk dan taat pada aturan yang berlaku,” tandas tokoh masyarakat Kecamatan Mekarmukti tersebut.

Baca Juga:   Cek Jadwal Layanan SIM Keliling Wilayah Garut Hari Rabu 16 Maret 2022

Ditegaskan Undang, keberadaan PT Condong sebaiknya tidak dilihat dari satu sisi tetapi harus dilihat sisi lainnya, yakni dampak positif adanya perkebunan bagi masyarakat sekitar.

Selama puluhan tahun, kata dia, ribuan kepala keluarga (KK) menggantungkan periuk nasi menjadi karyawan perkebunan. Artinya, ribuan nyawa bergantung kepada pihak perkebunan.

“Perkebunan ini ada bukan hanya untuk kepentingan bisnis dan keuntungan semata, namun ada ribuan karyawan di sini yang menggantungkan periuk nasinya. Kami, meski di tengah situasi yang sulit karena ada gangguan non teknis yang berdampak pada menurunnya hasil panen dan hasil produksi kelapa sawit, tidak ada karyawan yang kena PHK. Hak karyawan, baik gaji dan BPJS Tenaga Kerja, tetap dibayar karena itu sangat penting dan menyangkut hajat hidup karyawan,” tegas Undang.

Ia menambahkan, pihak perkebunan sudah memenuhi aturan yang ditetapkan seperti dalam penanggulangan dampak lingkungan telah mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) untuk mengikuti program penilaian peningkatan kinerja perusahaan dalam mengelola lingkungan hidup (Proper).

Baca Juga:   251 Ha Lahan Pertanian di Garut Dilaporkan Terdampak Kekeringan, 22 Ha Dipastikan Puso

“Untuk komoditas kelapa sawit sejak tahun 2003-2014 telah diikutsertakan sebagai peserta ‘proper’ dengan peningkatan ‘biru’. Sedangkan untuk komoditas karet baru didaftarkan sejak Oktober 2005- Oktober 2014, sebagai pendukung penilaian proper telah memenuhi kewajiban, yaitu telah memiliki dokumen Amdal RKL, RPL, dan telah melaksanakan kewajiban pengendalian pencemaran air,” ujar Undang.

Program plasma kebun kelapa sawit yang dijalankan PT Condong sangat menguntungkan bagi warga sekitar. (Foto: Istimewa)

Selain Amdal, pihak perkebunan juga menyediakan sarana bagi karyawan seperti mess, sarana pendidikan, sarana kesehatan dan lembaga perekonomian seperti koperasi.

Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggungjawab sosial perkebunan kepada masyarakat sekitar sudah dilaksanakan di 30 kecamatan di Kabupaten Garut. Di antaranya, pemberian bibit kelapa sawit kepada kelompok tani, pembuatan jalan, jembatan, pembangunan sarana ibadah (masjid), operasi katarak, pengobatan gratis, santunan yatim piatu, dan pembagian sembako.

Mendulang Peluang Uang di Perkebunan PT Condong dengan Menjadi Mitra Perkebunan

Perkebunan PT Condong, membuka peluang seluas-luasnya bagi para petani untuk menjadi mitra perkebunan. Kemitraan tersebut bertujuan agar masyarakat sekitar perkebunan bisa meningkatkan kesejahteraannya dengan menanam kelapa sawit.

“Kami selalu gencar menggaungkan program plasma perkebunan sawit, mensosialisasikan program plasma perkebunan sawit kepada seluruh stakeholder dan pemangku kebijakan, sebagai upaya ikut meningkatkan kesejahteraan para petani,” terang Undang.

Baca Juga:   Rawan Bencana, Garut Perlu Lakukan Upaya Mitigasi dan Pembentukan Relawan

Ia menjelaskan bahwa petani bisa menanam kelapa sawit di lahan milik mereka dan hasilnya bisa dijual kepada perkebunan.

“Kami siap menampung hasil panen kelapa sawit dari para petani dengan syarat memiliki badan hukum seperti koperasi dan kelompok tani, karena kebutuhan kami ratusan ton setiap hari,” ujar Undang.

Menurutnya, menanam kelapa sawit selain menguntungkan ada beberapa keunggulan lainnya jika dibandingkan dengan menanam tanaman lain, yaitu pemeliharaan tidak sulit, dan masa tanam ke masa panen hanya 3 – 4 tahun.

Kemudian, dalam satu bulan 2 kali panen selama 35 tahun, aman dari hama dan pencurian, alat panen sederhana dan bisa langsung dijual serta harga jual yang stabil tidak perlu takut harga anjlok ketika panen.

“Kami berharap semua stakeholder mendukung program plasma perkebunan kelapa sawit, terutama di lahan-lahan tidur yang tidak digarap karena pemilik lahan tetap saja harus membayar pajak meski lahan tidak digarap,” harap Undang.

Saat ini, program kemitraan pembangunan kebun rakyat yaitu program plasma kebun kelapa sawit sudah berjalan di Kecamatan Mekarmukti, Cibalong, Pakenjeng (Kabupaten Garut), dan Cipatujah (Kabupaten Tasikmalaya). ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *