Berita

Diduga Terlibat TPPO, Polres Garut Gerebek Perusahaan Penyalur TKI Ilegal

×

Diduga Terlibat TPPO, Polres Garut Gerebek Perusahaan Penyalur TKI Ilegal

Sebarkan artikel ini
Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro memimpin langsung penggerebekan perusahaan penyalur TKI Ilegal, Rabu (7/6/2023). (Foto: Polres Garut)

GOSIPGARUT.ID — Polres Garut gerebek perusahaan penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terindikasi ilegal di Kabupaten Garut, Rabu (7/6/2023). Sebanyak 14 orang diamankan dalam penggerebekan tersebut.

Penggerebekan perusahaan penyalur TKI Ilegal itu dipimpin langsung Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro. Ada dua perusahaan yang digerebek, masing-masing berlokasi di kawasan Kecamatan Tarogong Kaler dan Karangpawitan.

Kapolres mengatakan, kedua perusahaan tersebut diduga terlibat dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). “Kami mengecek dua perusahaan yang selama ini menjadi penyalur pekerja migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Izinnya tidak ada,” katanya, Rabu malam (7/6/2023).

Baca Juga:   Pelaku Dipastikan ODGJ, Polisi Hentikan Penyidikan Pembakaran Masjid di Leles Garut

Rio menjelaskan, kedua perusahaan ini, terindikasi sebagai perusahaan yang menyalurkan TKW tanpa izin, alias ilegal. Kantor kedua perusahaan itu digerebek, usai polisi melakukan penyelidikan.

“Kedua lokasi ini, merupakan tempat penampungan calon TKW. Tempatnya di lengkapi banyak kamar, yang biasanya diketahui digunakan para calon TKW untuk tinggal sementara waktu,” ucap Kapolres.

Menurut dia, total ada 14 orang yang diamankan. Terdiri dari 12 orang korban, yakni warga Garut yang hendak diberangkatkan ke luar negeri, serta dua orang yang berstatus sebagai pemilik perusahaan.

Baca Juga:   Viral Konten Syur "Bidan Rita" di Media Sosial, Netizen Penasaran Mencari Linknya

“Kita amankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandas Rio.

Belasan masyarakat Garut yang menjadi korban ini, sedianya akan diberangkatkan menjadi tenaga kerja di luar negeri. Mulai dari Taiwan, hingga Norwegia. Namun, kata Rio, perusahaan penyalur tenaga kerja ini, tidak memiliki izin untuk memberangkatkan mereka.

Dari penggerebekan ini, diamankan barang bukti berupa HP, laptop, hingga dokumen-dokumen penting serta paspor para calon TKW.

Baca Juga:   Cegah Potensi Gangguan Kamtibmas, Polres Garut Gencar Lakukan Patroli Dialogis

“Semuanya sedang kami dalami, jadi kami mohon waktu. Tapi yang jelas, perusahaan ini menurut informasi sudah beraksi sejak lama. Yang di Karangpawitan ini sudah dari tahun 2016,” pungkas Rio. ***

Yanti
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
BGN 1
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *