GOSIPGARUT.ID — Bupati Rudy Gunawan mengajak hampir seluruh kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke beberapa daerah di Garut selatan. Tidak seperti biasa, kali ini Bupati melakukan kunker dengan mengendarai sendiri kendaraan jenis jeep dan hanya ditemani navigator yang tiada lain adalah ajudannya.
Perjalanan yang berlangsung Selasa (27/12/2022) lalu itu dimulai dari Kantor Bupati Garut menuju Kampung Cileuleuy dan Stamplat, Desa Garukmukti, Kecamatan Pamulihan.
Para Kepala SKPD yang turut serta di antarannya Kepala Diskominfo, Disperkim, Disparbud, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Disdik, Dinkes, Bappeda, Kalak BPBD, Dinas PUPR, Dinas PPKBBPPPA, Camat Pamulihan, serta para kepala desa wilayah Kecamatan Pamulihan.
Dikatakan Rudy, kegiatan kunker tersebut dalam rangka evaluasi kinerja tahun anggaran (TA) 2022 dan monitoring perencanaan pembangunan TA 2023 di Garut bagian selatan.
“Dari Kantor Bupati Garut saya menuju ke Stamplat, suatu daerah yang ada di Kecamatan Pamulihan. Nah tentu itu merupakan satu perjalanan yang spektakuler, karena saya bertekad ingin menyetir sendiri menggunakan mobil dari BPBD. Sebagai satu keinginan saya, karena 9 tahun jadi bupati, saya belum pernah ke Stamplat – Cileuleuy yang berada di Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan,” ujarnya.
Bupati dan rombongan memulai perjalannya dengan memasuki Jalan Darajat, kemudian keluar di Jalan Kertasari Kabupaten Bandung, dan menyusuri jalan curam dan terjal, dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih 5 sampai 6 jam. Bahkan, perrjalanan ekstrem yang dilalui oleh Bupati Garut itu diperkirakan menempuh total jarak sekitar 80 kilometer.
“Dengan perjalanan tempuh sekitar 5 sampai 6 jam perjalanannya berbatu dan rusak, di daerah perkebunan melewati beberapa tempat. Etape (pemberhentian) pertama adalah kita menuju dari Pasirwangi Garut menuju ke Cisanti yaitu nol kilometer Sungai Citarum yang berada di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung,” tutur Rudy.
Dari Kampung Stamplat perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Tegalgede, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng. Kemudian perjalan selanjutnya adalah menuju Desa Karangsari Kecamatan Pakenjeng.
Dalam kesempatan kunjungan itu, Bupati pun sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga yang memiliki balita stunting. Bantuan yang berisi beras, minyak, gula, susu, hingga telur ini disambut antusias masyarakat. Hal itu terlihat dengan berbondong-bondongnya masyarakat untuk mengantri menerima bantuan sembako.

Rudy berharap pemberian bantuan ini dapat memberikan stimulan dalam rangka menurunkan angka stunting di Kabupaten Garut.
Selain melakukan pemberian bantuan langsung sembako kepada masyarakat, bupati menyempatkan berdialog dengan warga setempat yang dikunjunginya. Ia meminta para kepala desa untuk lebih peduli terhadap masalah stunting di daerahnya masing-masing.
Selain itu kepada kepala SKPD agar memperhatikan permasalahan di lapangan, mulai dari infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan, permukiman, hingga urusan teknologi komunikasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Garut, Muksin, yang turut serta dalam kunker ini, mengatakan, Bupati mengendarai kendaraannya sendiri ke Kampung Cileuleuy melewati jalanan off road, sehingga tiba di Kampung Cileuleuy pada sore hari.
Setibanya di Kampung Cileuleuy, jelas Muksin, Bupati langsung menerima berbagai keluhan masyarakat terkait akses jalan yang rusak berat dan belum adanya akses telekomunikasi di daerah tersebut.
“Masyarakat Cileuleuy dan Kampung Stamplat sampai saat ini belum mendapatkan akses telekomunikasi yang memadai karena di sana termasuk salah satu kawasan blankspot. Beliau langsung memerintahkan agar diusahakan masyarakat di dua kampung tersebut mendapatkan akses telekomunikasi yang memadai,” ucap Muksin. (Yan AS)



.png)















