GOSIPGARUT.ID — Jalan desa di Desa Karangsewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang baru rampung diaspal rusak tertimpa longsor yang terjadi pada Jumat (23/9/2022) lalu. Jalan tersebut kini masih belum bisa dilewati kendaraan, karena masih ada titik longsor yang masih menutupi jalan.
“Ada 16 titik longsor yang terjadi di sepanjang jalan antara Kampung Cijoho dengan Pasirhuni itu. Dari 16 titik longsor tadi, baru 14 yang material longsornya sudah dibersihkan dari badan jalan, sedangkan dua titik lagi masih menutupi jalan karena harus menggunakan alat berat,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Karangsewu, Kirman, Senin (26/9/2022).
Ia menjelaskan, longsor yang menimpa jalan sepanjang 300 meter itu terjadi sekitar pukul 18:00 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan Desa Mekarsewu yang berlangsung sejak siang hari. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” jelas Kirman.
Ia menyampaikan, bahwa jalan potensial yang menghubungkan Kampung Pasirhuni dengan Cijoho di Desa Karangsewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang selama ini kondisinya masih bebatuan baru saja dilaburi aspal. Panjang jalan tersebut sekitar 300 meter.
Kirman menyebutkan, anggaran untuk pengaspalan jalan sepanjang 300 meter itu menghabiskan dana sebesar Rp72 juta. Sumber dananya dialokasikan dari dana desa (DD) tahap dua tahun 2022.
“Sumber dananya dari DD tahap dua tahun 2022. Pengerjaan pengaspalan jalan itu semestinya sudah harus dilakukan pada minggu-minggu lalu.Tapi, karena wales stoom -nya terlambat datang, maka pelaksanaan pengaspalan jalan sedikit molor,” ujar dia.
Kendati demikian, lanjut Kirman, pengerjaan pengaspalan jalan Pasirhuni-Cijoho itu rampung sesuai target karena prosesnya tidak memakan waktu lama. Begitu wales stoom datang, maka pengaspalan jalan langsung dilakukan. ***














