GOSIPGARUT.ID — Bupati Rudy Gunawan mengungkapkan, dari sekian banyaknya lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Kabupaten Garut, hanya kurang dari delapan ribu yang melanjutkan ke perguruan tinggi (PT).
“Coba kalian hitung yang bisa masuk di perguruan tinggi Kabupaten Garut dihitung dari Uniga, IPI dan lain sebagainya, saya dengan menghitung tidak lebih daripada 6 ribu, sedangkan dua ribunya anggaplah ke UPI, ke Upad, ke ITB, atau di luar Garut tidak lebih daripada 2ribu,” ucapnya, pada acara sosialisasi meraih peluang kerja ke luar negeri di Aula Insitut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (14/9/2022).
Rudy menyatakan bahwa pekerjaan merupakan masalah pokok bagi setiap orang. Oleh karenanya, sosialisasi meraih peluang kerja ke luar negeri ini dinilai sangat penting, mengingat para pekerja yang akan bekerja ke luar negeri membutuhkan informasi, salah satunya terkait perlindungan.
“Nah badan pelindungan dan penempatan tenaga imigran, tenaga kerja imigran atau kita lebih kerennya diaspora, diaspora itu juga merupakan bagian orang yang dari Indonesia berada di luar negeri,” katanya.
Rudy pun menyinggung persoalan kemiskinan, di mana sebelum adanya pandemi Covid-19, pihaknya telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Garut hingga mencapai angka 8% di tahun 2019.
“Jadi orang Garut itu tidak tahan dengan Covid-19, angka kemiskinan kita turun lagi kemarin 8% di tahun 2019, hebat sudah 8% dari tadinya 14%. Kita menurunkan angka kemiskinan di periode pertama saya paling tinggi di Provinsi Jawa barat dan nasional,” tuturnya. (Yan AS)



.png)











