Berita

Siswa SDN 1 Jagabaya Dilaporkan Belajar di Rumah Warga, Kadisdik Garut: Itu Tidak Benar

×

Siswa SDN 1 Jagabaya Dilaporkan Belajar di Rumah Warga, Kadisdik Garut: Itu Tidak Benar

Sebarkan artikel ini
Ruang kelas SDN 1 Jagabaya, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, yang atapnya roboh. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Siswa SDN 1 Jagabaya, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, dilaporkan melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) di rumah milik salah seorang warga karena seluruh ruang kelasnya rusak. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut, Ade Manadin, menampik laporan tersebut.

“Tidak benar seluruh peserta didik SDN 1 Jagabaya melaksanakan PBM di rumah warga. Menurut pengecekan lapangan yang dilakukan staf saya, peserta didik di sekolah itu masih menggunakan ruang kelas sekolahnya untuk melaksanakan PBM,” kata dia, saat dikonfirmasi Senin malam (29/8/2022).

Ade menjelaskan, dari enam ruang kelas yang dimiliki SDN 1 Jagabaya, masih ada empat yang kondisinya bagus dan masih digunakan PBM. Sementara yang dua ruang kelas lagi kondisinya rusak, di mana pada satu ruang kelas belum lama ini terjadi atapnya roboh karena lapuk dan kurang perawatan.

Baca Juga:   Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan, Green Skilling 18 Bahas Peran Sertifikasi PEFC/IFCC

“Di lokasi itu terdapat dua bangunan, satu bangunan terdiri dari tiga ruang kelas dan satu bangunan lagi terdiri dari tiga ruang kelas. Dari keenam ruang kelas itu ada empat yang berkondisi baik dan bisa digunakan PBM peserta didik yang jumlahnya 43 orang,” ungkapnya.

Ade menyebutkan, jumlah peserta didik di SDN 1 Jagabaya dalam empat tahun terakhir ini relatif sedikit. Pada tahun 2019 hanya 47 orang, tahun 2020 hanya 41 orang, tahun 2021 hanya 44 orang, dan tahun 2022 hanya 43 orang. “Untuk bangunannya, pada tahun 2019 pernah mendapat perbaikan melalui dana alokask khusus (DAK),” tuturnya.

Baca Juga:   KAI Tambah Pengamanan di Stasiun LRT Jabodebek Jelang Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Monas dan Imbau Masyarakat Gunakan Transportasi Umum serta Selalu Utamakan Keselamatan

Menurut Ade, kalau mengacu pada standar pelayanan minimal (SPM), SDN 1 Jagabaya hanya membutuhkan dua ruang kelas, sebab satu guru melayani peserta didik 28 orang. “Jadi sekali lagi tidak benar PBM dilaksanakan di rumah warga,” katanya.

Kepala SDN 1 Jagabaya, Teti Purnamasari, ketika dikonfirmasi GOSIPGARUT.ID membenarkan telah terjadi robohnya atap dua ruang kelas di sekolahnya. Peristiwa itu, kata dia, terjadi pada hari Senin (18/7/2022) sekira pukul 09.30 WIB, akibat dilanda angin kencang dan kondisi atapnya yang sudah lapuk.

Baca Juga:   Hari Bumi di Marianna Resort: Aksi Nyata Pelestarian Alam Bersama Sarah Pandjaitan dan Pemerintah Setempat

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta,” ujar Teti seraya membenarkan karena ruang kelas rusak, seluruh siswa SDN 1 Jagabaya melaksanakan PBM di rumah warga. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *