Berita

Meriahkan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Warga Banjarwangi Ikuti Lomba Ngarit Rumput Berhadiah Domba

×

Meriahkan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Warga Banjarwangi Ikuti Lomba Ngarit Rumput Berhadiah Domba

Sebarkan artikel ini
Lomba ngarit rumput di Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, dalam memeriahkan HUT ke-76 Kemerdekan RI. (Foto: A Sopyan)

GOSIPGARUT.ID — Meski di tengah pandemi Covid-19, namun warga Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, masih bisa memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh kegembiraan pada Rabu (18/8/2021).

Bentuk kemeriahan tersebut adalah lomba ngarit (ngambil) rumput berhadiah domba yang diikuti puluhan warga. Bahkan, pihak panitia — yaitu Pemerintah Desa Bojong, tak tanggung-tanggung menyediakan jumlah hadiahnya pun sampai dua ekor.

Sementara peserta lomba yang berhasil menyabet kedua hadiah tersebut masing-masing adalah Iip (kategori bapak-bapak) dengan melibatkan sabit (arit) bernama “Si Rawing” dan mampu mengumpulkan rumput sebanyak 3.700 gram.

Baca Juga:   Perebutkan 600 Kuota, 2.500 Guru Honorer SD dan SMP di Garut Mengikuti Tes PPPK

Selanjutnya, Murwati (kategori ibu-ibu) dengan sabit bernama “Si Cetar” mampu mengumpulkan rumput sebanyak 2.730 gram.

Kepala Desa Bojong, Iman Mulyaman, mengatakan bahwa kegiatan lomba ngarit rumput ini digelar untuk menumbuhkan minat dan rasa bangga masyarakat di pedesaan terhadap beternak.

“Selama ini warga terkadang menganggap bahwa ngarit itu sebagai pekerjaan yang rendah. Mereka sering kali minder dan malu ketika diketahui orang bahwa pekerjaannya sebagai tukang sabit rumput atau beternak,” ucap dia.

Baca Juga:   Bantuan Diakui Tak Sepenuhnya Diterima KPM, Begini Kata Pendamping PKH Bungbulang

Padahal, lanjut Iman, pekerjaan beternak tersebut sangat mulia. Karena tanpa peternak orang-orang tidak akan bisa mengkonsumsi (memakan) daging ternak. Selain itu, beternak merupakan penopang perekonomian.

“Mudah-mudahan saja dengan adanya lomba ini bisa merangsang warga untuk mau berternak demi kehidupan yang mandiri,” ujarnya.

Kalau warga desanya sudah mandiri, tambah Iman, bukan suatu hal yang tidak mungkin warga negaranya pun menjadi mandiri. Kemandirian warga desa pun salah satu jalan untuk menekan tingkat urbanisasi warga ke kota.

Baca Juga:   MAXY Academy dan LLDIKTI Wilayah II Perkuat Sinergi untuk Pendidikan Berbasis Teknologi

“Di Desa Bojong, hampir 60-70 persen usia produktif merantau ke kota dan bekerja di sektor informal. Padahal mereka punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi sebuah penghasilan di kampunya sendiri,” tutupnya. (A Sopyan)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *