Berita

Klaster Covid-19 di Rutan Garut Diduga Kuat Berawal dari Tahanan Wanita

×

Klaster Covid-19 di Rutan Garut Diduga Kuat Berawal dari Tahanan Wanita

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Narapidana di kamar sel tahanan.

GOSIPGARUT.ID — Kasubsi Pelayanan Tahanan pada rumah tahanan Negara (Rutan) Garut, Asep Rahmat, mengatakan bahwa kasus Covid-19 di rutannya berawal dari seorang warga binaan yang ditahan di blok wanita. Saat itu, tahanan tersebut mengeluhkan gejala demam.

“Kita periksa yang bersangkutan dengan swab antigen dan hasilnya positif (reaktif). Lalu dilakukan tracing ke sejumlah kontak erat, akhirnya memang ada beberapa orang lainnya yang positif,” kata dia, Senin (12/7/2021).

Asep mengungkapkan, hasil tracing diketahui jumlah warga binaan yang terpapar Covid-19 berjumlah 71 orang yang terdiri dari 64 laki-laki dan 7 perempuan. “Karena kita rutan ada tahanan dan napi. Sejauh ini ada beberapa orang bergejala ringan, secara keseluruhan baik,” ungkapnya.

Baca Juga:   Pergerakan Tanah di Pakenjeng Terus Berkembang, Jumlah Rumah Terdampak Jadi 48

Walau jumlah yang terpapar mencapai puluhan orang, Asep memastikan bahwa pihaknya masih bisa melakukan penanganan secara langsung di rutan. Walau begitu, pihaknya sudah bekerjasama dengan tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas terdekat.

Pihaknya, setidaknya sudah menyiapkan blok khusus bagi mereka yang terpapar Covid-19. Selain itu juga, pihak rutan sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan mendapat bantuan vitamin, obat, hingga alat kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Video Bupati Garut yang Antirokok tapi Ajak Warga Merokok Viral, Ini Penjelasannya

“Ada yang masih demam, batuk, ada juga yang hilang penciuman. Kalau memburuk kita akan bawa ke Puskesmas atau rumah sakit. Untuk sementara bisa ditangani dalam rutan. Kita juga sesuai prosedur, prokes diperketat, jadwal jemur, pengecekan setiap hari,” tutup Asep.

Sebelumnya, puluhan penghuni rumah tahanan Negara (rutan) Kabupaten Garut diketahui terpapar Covid-19. Belum diketahui awal mula penyebarannya dari mana, namun saat ini para penghuni rutan tersebut diisolasi di ruangan khusus yang telah disiapkan.

Baca Juga:   PTM Dua Sekolah di Cibalong Garut Ditutup Menyusul Siswa dan Gurunya Positif Covid-19

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan bahwa awalnya pihaknya menerima permintaan pengetesan kepada sekitar 200an tahanan. Permintaan tersebut dikarenakan adanya sejumlah tahanan yang memiliki gejala Covid-19.

“Kemarin, Kamis (8/7/2021) kita melakukan pengetesan usap antigen kepada 200 orang tahanan. Hasilnya, dari 200 orang yang kita tes 71 di antaranya dinyatakan terpapar,” ujarnya, Jumat (9/7/2021). (Mrdk)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *