Berita

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Garut Kembali Akan Melakukan PPKM

×

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Garut Kembali Akan Melakukan PPKM

Sebarkan artikel ini
Bupati Rudy Gunawan menerima kunjungan Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Cahyono, di Ruang Pamengkang, Kabupaten Garut, Kamis (17/6/2021). (Foto: Deni Septyan)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan kembali melakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Garut akhir-akhir ini. Namun, Bupati Rudy Gunawan memastikan bahwa PPKM yang akan dilaksanakan tidak akan seketat seperti di Bandung Raya.

“Ada pembatasan lagi, besok (Jumat, 18/6/2021) kita putuskan. Tapi karena kita masih zona orange, maka kita tidak ada pembatasan radikal seperti Kota Bandung. Di Garut ini hanya 25 persen. Kalau ada di kita di zona merah, semua kegiatan termasuk perkawinan (dibatasi),” ujar Rudy, Kamis (17/6/2021).

Ia menegaskan, di Kabupaten Garut masih diperbolehkan melangsungkan pernikahan, namun setiap acara pernikahan akan dijaga ketat oleh personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan polisi, agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan di lokasi acara.

Baca Juga:   Komunitas Berbagi Nasi Berikan Sandal Wudhu untuk 63 Masjid di Garut

“Sekarang ini (resepsi) perkawinan boleh, tetapi akan dijaga ketat oleh Satpol PP dan polisi, tetapi kapasitasnya tidak boleh banyak. Kita akan kirimkan Satpol PP terutama ke WO (wedding organizer) agar disiplin. Jadi kalau ‘seren sumeren’ (prosesi akad nikah) jangan terlalu lama,” kata Rudy.

Ia mengungkapkan, salah satu alasan terjadinya lonjakan kasus di Garut, karena pihaknya banyak melakukan rapid test antigen di wilayah-wilayah yang terindikasi memiliki penyebaran yang cukup masif.

Baca Juga:   Bupati Garut Pertanyakan Penghasilan Pajak Restoran Hanya Rp200 Ribu Per Hari

“Yang kedua memang kita ada peningkatan karena Garut jujur saya beli antigen aja 20 ribu. Jadi kami ingin misalnya sekarang kejadian di Cisompet, di Pakenjeng dan lain-lain kami melakukan proses antigen. Kemarin hampir 400 lonjakannya itu termasuk beberapa Puskesmas karena kami diantigen. Saya tidak mau mengambil risiko semua diantigen seperti itu,” ungkap Rudy.

Ia menuturkan, Pemkab Garut melakukan banyak rapid test antigen agar orang-orang yang positif Covid-19 namun tidak bergejala tidak berkeliaran dan merugikan orang lain setelah mengetahui hasil dari tes tersebut.

Baca Juga:   Pemkab Garut Ajukan Perbaikan Jalan Pamalayan–Cicariu–Cikarang lewat Bantuan Provinsi 2026

“Kita kan diminta mereka ada di rumah. Sebenarnya tau dia positif jadi dia harus memahami tidak boleh merugikan orang lain. Jadi kalau tidak diantigen, dia tidak tau OTG berjalan ke sana ke mari. Jujur lebih efektif (memperbanyak swab),” kata Rudy. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *