Peristiwa

Seorang Emak-emak di Garut Maki-maki Komandan Kodim, Ini Sebabnya….

×

Seorang Emak-emak di Garut Maki-maki Komandan Kodim, Ini Sebabnya….

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Perempuan marahi pria.

GOSIPGARUT.ID — Ada cerita menarik dalam kegiatan penegakan protokol kesehatan di sejumlah pusat perbelanjaan di kawasan perkotaan Garut yang digelar Tim gabungan Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Minggu (2/5/2021) lalu.

Saat tim gabungan, termasuk di dalamnya Komandan Kodim (Dandim) 0611 Garut, Letkol CZi Deni Iskandar yang juga Wakil Ketua Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mengingatkan pengunjung untuk menggunakan masker, salah seorang emak-emak malah melawan. Dia bahkan sempat memaki-maki Dandim yang terlihat menggunakan seragam dinas sambil menunjuk-nunjuk di hadapan anggota satgas dan pengunjung lainnya.

Sang emak saat itu mengaku memilih tidak menggunakan masker karena urusan meninggal adalah urusan Tuhan. Selain itu juga, ia menyebut jika menggunakan masker maka dia malah akan mati karena yang ia hirup adalah Co2 atau karbon dioksida.

Baca Juga:   Emak-emak Komunitas Senam Desa Pamalayan Sumbang Material Bangunan kepada Korban Bencana Longsor

Sempat terjadi ketegangan antara sang emak dengan Dandim dan juga satgas karena beradu argumen. Akhirnya, sang emak pun dibawa oleh tim satgas untuk diperiksa tim karena memberikan edukasi yang kurang baik kepada warga lainnya. Akhirnya, sang emak pun mau menggunakan masker.

Belakang diketahui emak-emak tersebut berinisial RR (65), warga Kota Bandung. RR pun dibawa ke Polres Garut untuk diperiksa.

Wakil Ketua Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Letkol CZi Deni Iskandar mengungkapkan bahwa ia memang sempat mendapat makian dari salah satu pengunjung pusat perbelanjaan. Saat itu ia awalnya melakukan pantauan bersama tim gabungan ke beberapa pusat perbelanjaan di kawasan perkotaan Garut.

Baca Juga:   Setelah Enam Hari Hilang di Kawasan Talaga Bodas, Warga Indramayu Ditemukan dalam Kondisi Lemas

Hasil dari pemantauan, hampir semua yang didatangi tidak menerapkan protokol kesehatan, khususnya di tempat penjualan pakaian. Pihaknya pun saat itu langsung melakukan teguran kepada pengunjung, termasuk juga kepada pengelola pusat perbelanjaan.

“Saat mengingatkan salah satu pengunjung malah ada yang memaki saya. Saya cukup heran dan kaget juga, ternyata masih ada yang berpikirnya seperti itu. Ko bisa mikirnya seperti itu. Memang urusan mati itu urusan Allah, tapi manusia harus berupaya,” ujarnya.

Baca Juga:   Tebing Setinggi 5 Meter Longsor dan Timpa Rumah Panggung di Limbangan, Pemilik Merugi Rp15 Juta

Meski demikian, Dandim menyebut bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk keselamatan bersama karena saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Sebagai Wakil Ketua Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, menurutnya, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan selama pandemi adalah kewajibannya juga.

“Kalau kita mengabaikan, yang kita khawatirkan adalah naiknya kembali kasus Covid-19 di Kabupaten Garut. Padahal saat ini kan trennya bagus, menurun. Sekarang jelang lebaran, kita paham bahwa semuanya ada kebutuhan, tapi tolong agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” sebutnya. (Mrdk)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *