Budaya

Batu yang Mungkin Peninggalan Prabu Siliwangi Ditemukan di Garut

×

Batu yang Mungkin Peninggalan Prabu Siliwangi Ditemukan di Garut

Sebarkan artikel ini
Batu prasejarah ditemukan di Garut, diduga peninggalan zaman Prabu Siliwangi dan Kian Santang. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut (Disparbud) menemukan benda prasejarah yang kemungkinan merupakan peninggalan dari Prabu Siliwangi.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Mamun De Hok, mengatakan, artefak berupa batu tersebut ditemukan di perbukitan Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

“Saat ini kita masih terus meneliti benda-benda prasejarah yang ditenggarai peninggalan Prabu Kian Santang atau Prabu Siliwangi. Salah satu benda yang kita teliti ini di antaranya Batu Nungku,” katanya, Rabu (24/02/2021).

Baca Juga:   Peduli Cinta Garut Ucapkan Selamat Bertugas kepada Rudy-Helmi

Mamun menjelaskan, dengan ditemukannya batu prasejarah ini nantinya wilayah penemuan berpotensi menjadi kawasan destinasi baru wisatawan.

“Ke depan kita akan bangun wisata budaya dengan latar belakang legenda Raden Kian Santang dan Prabu Siliwangi, karena ini sangat potensial. Kita akan beri nama Bukit Kian Santang,” ujar dia.

Keindahan dari perbukitan tempat ditemukannya batu tersebut memiliki potensi kuat untuk bisa dijadikan spot khusus bagi wisatawan. Dari bukit itu terlihat jelas hamparan kawasan Limbangan dan Malangbong.

Baca Juga:   Perlukah Mengikuti Shalat Subuh Akbar? Ini Kata Komunitas Doggar

“View lembah alam perbukitan sehingga dari atas bukit tampak terlihat hamparan wilayah perkotaan, Limbangan, dan Malangbong nantinya akan menambah daya tarik wisatawan,” kata Mamun.

Sementara itu ahli sejarah dan kepurbakalaan Warjita mengatakan, batu tersebut diduga sebagai hasil dari budaya tradisi megalitik prasejarah. Ia menyebut, penemuan batu itu baru dugaan, karena perlu diteliti terlebih dulu oleh arkeolog.

Baca Juga:   Gebyar Pesona Budaya Garut Masuk Lima Event yang Dipromosikan di Level Dunia

“Fungsinya sebagai media pemujaan, ibadah atau permohonan kepada leluhur untuk kesuksesan atau keberhasilan dalam bertani, misalnya. Tapi ini baru dugaan karena belum dilakukan penelitian arkeologis oleh tim arkeolog Jawa Barat,” kata Warjita. (Trbn)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *