GOSIPGARUT.ID — Sejumlah petani di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, mengeluhkan proses pembelian pupuk subsidi yang dianggapnya ribet karena harus menunjukkan kartu tani, mengisi formulir di kios, dan membawa formulir untuk ditandatangi ketua kelompok tani. Setelah itu baru bisa kembali ke kios untuk membeli pupuk subsidi.
Bahkan tidak jarang setelah semua administrasi beres, petani masih harus bolak balik ke kios tani karena pupuk yang mereka butuhkan tidak ada. Seperti diakui Ujang dan Engkos yang sudah dua hari bolak-balik ke kios tani untuk membeli pupuk namun pupuk belum tersedia.
“Sekarang mah mau beli pupuk teh ribet, harus bolak-balik. Mendingan seperti dulu saja, harga standar dan bisa beli kapan saja tidak dibatasi waktu,” keluhnya, Kamis (5/11/2020).
Ujang dan Engkos merupakan petani yang menggarap lahan untuk ditanami padi dan palawija. Selain menggarap lahan sendiri juga menggarap lahan orang lain dengan sistem bagi hasil.
Menurut keduanya, sebelum ada kartu tani mereka bisa membeli pupuk sesuai kebutuhan secara bertahap. Kalau sekarang membeli pupuknya harus sekaligus saat mengisi formulir.
“Harganya memang murah kalau yang menggunakan kartu tani, namun prosesnya ribet. Kadang pupuknya juga tidak ada. Sudah dua hari saya bolak balik pupuknya belum ada. Belinya juga harus sekaligus sesuai pesanan di formulirnya. Mending kalau sedang ada uang, kalau tidak punya uangnya susah juga,” ungkap Ujang.
Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cibatu, Ade Oleh, saat dihubungi via pesan WhastApp, mengatakan bahwa stok pupuk untuk kebutuhan petani di Kecamatan Cibatu aman dan stok di kios tersedia serta ada kuota tambahan.
“Ketersediaan pupuk aman, stok di kios juga banyak, bisa mencukupi kebutuhan tanaman karena ada kuota tambahan,” jelasnya.
Di Kecamatan Cibatu sendiri, luas area pertanian mencapai 1100 hektare dan kios tani yang menyediakan pupuk subsidi sebanyak empat kios. (Respati)



.png)







