GOSIPGARUT.ID — Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Ditdamkar) Kabupaten Garut, dalam satu hari menerima laporan sarang tawon tiga sampai lima laporan, sehingga masyarakat harus rela menunggu antrian.
Kapala Seksi Pelayanan Non Kebakaran Disdamkar, Dadan Wandani, menuturkan, banyaknya permintaan laporan sarang lebah yang meresahkan warga merupakan salah satu tugas Damkar selain melakukan pemadaman kebakaran.
“Apabila ada pengaduan masyarakat terkait masalah gangguan lebah/tawon, kami siap merespon aduan tersebut sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, meski tugas ini penuh risiko juga,” ujar dia, Sabtu (08/08/2020),
Dadan mengimbau agar warga jangan gegabah dengan keberadaan sarang tawon/lebah ini, kecuali segera melapor bila mendapati sarang tawon di lingkungannya, terutama dengan ciri khusus lingkaran kuning di bagian perut sarang itu yang dianggap paling berbahaya.
“Sambil menunggu Tim Animal Rescue Disdamkar, agar diawasi jangan sampai warga tersengat. Tetap menjauh bila tawon keluar dari sarangnya.” ungkapnya.
Kasus baru saja terjadi, kali ini petugas mengalami kendala karena sarang tawon berada di tiang listrik, sehingga pihaknya meminta bantuan PLN untuk memadamkan aliran listrik selama evakuasi dilakukan.
Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan dari warga bernama Dudung (50) yang melaporkan pada hari Rabu (05/08/2020) melalui call center 113 Disdamkar.
“Wahh…. salah-salah bukan tewas disengat tawon, tapi tewas disengat listrik. Dengan menggunakan tangga darurat, kami mengevakuasi sarang tawon vespa di Jalan Kiansantang, Kampung Maktal, Kelurahan Laminggir, Kecamatan Garut Kota,” terang Dadan.
Dalam evakuasi kali ini petugas harus dibantu oleh petugas PLN, Babinkamtibmas (TNI/Polri), karena sarang tawon vespa tersebut berada di tiang listrik dan jalan protokol, . sehingga petugas PLN harus memadamkan aliran listrik di lingkungan warga dalam beberapa menit dan mensterilkan area jalan tersebut.
Beruntung proses evakuasi berjalan lancar. Saat itu pula sarang tawon langsung diamankan oleh petugas.
“Kami sudah lakukan evakuasi dengan cairan pestisida yang kami miliki. Setelah hampir lima belas menit petugas berhasil mengevakuasi sarang tawon berdiameter 35 centimeter dan langsung dimasukkan ke dalam karung. Ini jenis sarang tawon vespa afinis.” jelasnya.
Salah seorang warga, Dudung yang melaporkan keberadaan sarang tawon mengaku khawatir dengan adanya sarang tawon vespa yang ganas ini, sehingga berinisiatif melaporkan ke Disdamkar. Ia juga mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada petugas rescue Disdamkar Garut, karena telah tanggap mengantisipasi penyebaran sarang tawon di lingkungannya.
“Kami merasa senang karena sudah terbebas dari kekhawatiran tersengatnya hewan tersebut,” tuturnya. (Yan AS)



.png)















