GOSIPGARUT.ID — Dana, orang dalam pemantauan (ODP) asal Kampung Dangur, Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, sejak Selasa (23/6/2020) petang sudah berkumpul lagi dengan keluarganya. Ia dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani dua kali swab test.
Sebelumnya, pria berusia 40 tahun yang pernah merantau di Papua ini sempat diisolasi selama 22 hari di Rumah Sakit Medina Garut, karena dikhawatirkan terpapar Covid-19 setelah mengeluh sakit dengan gejala yang mirip dengan Covid-19 seperti kepala pusing, sesak napas, dan bersuhu tubuh tinggi.
Ketika itu, atau 23 hari yang lalu, Dana memeriksakan diri ihwal keluhan kesehatan yang dideritanya ke Puskesmas Cisewu. Saat diperiksa suhu tuhuhnya cukup tinggi, sama halnya ketika awal diperiksa oleh Tim Gugus Tugas Penangulangan Covid-19 Kecamatan Cisewu saat ia pulang merantau dari Papua bersama sejumlah temannya.
Berlatar belakang pernah melakukan perjalanan jauh dan mengeluh soal kesehatannya yang mirip dengan gejala Covid-19, maka Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 mengambil langkah prepentif untuk memasukkan Dana dalam daftar ODP. Kemudian ia pun diisolasi dan dirawat di RS Medina.
Namun, setelah menjalani dua kali swab test yang dilakukan tim medis rumah sakit yang beralamat di Jalan Raya Wanaraja, Garut, itu ternyata Dana negatif dari Covid-19 dan hanya menderita penyakit biasa seperti demam dan kepala pusing. Selama 22 hari diisolasi pun, kondisi kesehatan Dana terus membaik.
Saat Dana dipulangkan ke rumahnya di Kampung Dangur, Selasa petang, itu pun kondisi tubuhnya tampak bugar. Ketika turun dari mobil ambulans milik Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Garut yang mengantarnya, ia langsung berinteraktif dengan sejumlah orang yang hadir.
Termasuk dengan Kepala Desa Cisewu Udan Rukmana dan Ketua BPD Egis Sugestian, ia langsung ngobrol menceritakan sedikit kisah selama menjalani proses isolasi di RS Medina.
Menurut Dana, meski tanpa didampingi keluarga, selama 22 hari menjalani isolasi di RS Madina dirinya merasa nyaman. Segala kebutuhan makanan dijamin oleh pihak rumah sakit, begitu pun soal pelayanan kesehatannya.
“Yang kurang enaknya hanya ada perasaan kesal menunggu proses isolasi berakhir, sementara yang lainnya enak lho. Jamuan makan dan pelayanan kesehatan cukup memuaskan,” terangnya.
Dana mengaku bahagia ketika dirinya dinyatakan negatif Covid-19. Keinginan kuat untuk bisa kembali berkumpul dengan keluarga akhirnya terwujud. Meski sudah dinyatakan negatif, Dana menuturkan untuk beberapa hari ke depan tidak akan beinteraksi dulu dengan masyarakat sekitar. Melainkan akan beristirahat dulu di rumahnya.
Kepala Puskesmas Cisewu Atep Cahya dan Kepala Desa Udan Rukmana pun berharap sama agar Dana tidak berinteraksi dulu dengan warga sekitar untuk beberapa hari. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, mengingat informasi tentang kesehatan Dana di masyarakat masih terjadi simpang siur.
“Belum semua masyarakat tahu bahwa saudara Dana negatif Covid-19. Nah, setelah nanti kami mengumumkan kepada masyarakat bahwa saudara Dana tidak terpapar Covid-19, secara berangsur-angsur boleh berinteraksi dengan masyarakat seperti layaknya,” ujar Udan. (Galih P)



.png)















