GOSIPGARUT.ID — Raden Salsa Pramundita Arya Pramesti Bahri menjadi model pertama kali umur 7 tahun. Alasannya karena dia seorang pemalu, jadi mamanya memasukkan gadis kelahiran Pekannbaru Riau ini ke sekolah model.
“Tadinya mamah memasukan saya ke dunia model supaya menjadi pribadi yang percaya diri dan aktif. Namun lama kelamaan saya menyukai dunia modelling,” tutur gadis kelahiran 24 September 1998 ini.
Selanjutnya gadis keturunan Sunda, Jawa, Melayu ini mengikuti serta menjuarai beberapa lomba fashion model di tingkat kabupaten yang ada di Riau.
Hingga dirinya sekarang tinggal di Garut, gadis pemilik tinggi 165 cm ini masih rajin mengikuti kontes dan menjuarai beberapa kontes di Jawa Barat.
“Perjalanan karir saya di modelling mulai dari umur 7 tahun, sedangkan photo model dari umur 12 tahun. Saya menjadi model tapi menghindari dari job photo majalah untuk model pengantin, karena alasannya saya tidak mau jika nanti saya menikah make up yang saya gunakanan menjadi tidak pangling lagi, begitu kata orang jawanya,” tutur mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Garut ini.
Suka duka Salsa menjadi model banyak sekali, mulai dari dibully karena hidung tidak mancung dan badan terlalu kurus. Tapi dirinya bisa membuktikannya dengan banyak prestasi di bidang modelling, mulai dari top 10 Mojang Garut 2019, menjadi bagian dari ambassador GenRe Garut tahun 2018 dan sekarang Salsa terpilih menjadi finalis Miss Polo Indonesia yang malam finalnya akan diadakan di Jakarta nanti.

“Aktivitas setiap hari kuliah di Fikom Uniga jurusan komunikasi public relations dan aktif di komunitas PR Club, organisasi BEM, juga anggota aktif perhumas muda Bandung dan beberapa kegiatan sosial yang sedang dijalankan,” ujar alumni SMAN 1 Rengat Riau ini.
Selain aktivitas tadi, Salsa yang pernah mengenyam pendidikan di SMPN 1 Garut ini aktif juga di tim roadshow Fikom Uniga, dan bekerja sebagai crew wedding organizer dan bisnis online.
“Semoga kiprah saya bisa menjadi inspirasi, karena untuk menjadi seorang model tidak harus berhidung mancung dan berkulit putih,” ujar mahasiswi tingkat akhir ini.
Salsa memilih kuliah di Fikom Uniga karena ingin mempelajari ilmu komunikasi, karena setamat SMA dirinya mempunyai cita cita sebagai pramugari tapi tidak percaya diri untuk berbicara di depan orang banyak.
“Saya hanya percaya diri ketika saya sedang modelling saja,” pungkasnya tersenyum. (Yuyus)



.png)






