oleh

Abaikan Protokol Kesehatan, Warga Garut Kian Nekat Penuhi Pusat Belanja

GOSIPGARUT.ID — Menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah/2020 yang diperkirakan jatuh pada Minggu besok (24 Mei 2020), protokol pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut terutama kawasan pusat perkotaan kian amburadul. Warga semakin tumpah ruah menyesaki pasar, pertokoan, dan pusat perbelanjaan bahkan pedagang kaki lima.

Penjagaan jarak sosial dan fisik (social/physical distancing) seolah sudah tak penting lagi demi memburu kebutuhan berlebaran. Sebagian nekat tak mengenakan masker. Mereka seakan tak peduli lagi akan bahaya Covid-19 yang setiap saat dapat mengancam.

Sebuah pemandangan memprihatinkan yang sebenarnya sudah terjadi bahkan ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung hingga berakhir dan tak diperpanjang lagi. Hanya kini, kerumunan massa konsumen kian massif di setiap titik.

Baca Juga:   Warga Garut yang Tengah Merantau Diimbau untuk Tidak Mudik

Ditutupnya ruas jalan pusat kota tak menghalangi warga datang berkunjung. Kemacetan pun timbul di sejumlah ruas jalan lain.

Pusat-pusat perparkiran liar malah bertumbuh di banyak tempat sekitar pusat kota, termasuk jalan-jalan lingkungan yang mendadak disulap menjadi tempat parkir kendaraan. Tak heran sebagian kalangan merasakan kondisi pusat kota Garut sekarang, pun ketika PSBB masih berlaku, tak lebih dari kondisi Car Free Day.

Baca Juga:   Jumlah ODP dan PDP Covid-19 di Kabupaten Garut Kembali Bertambah

Kendaraan tak bisa memasuki ruas jalan di pusat kota, namun sepanjang jalan dipenuhi pedagang dan warga tumpah ruah berbelanja. Para petugas pun tampak tak berdaya menghadapi kondisi seperti itu. Padahal kasus Covid-19 di Garut terus bertambah.

Menurut catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, kasus Covid-19 di Garut menjadi sebanyak 3.474 kasus hingga Jumat (22/5/2020).

Sebanyak 820 kasus OTG, 2.580 kasus ODP, 61 kasus PDP, dan 13 kasus positif. Dari jumlah kasus tersebut terdapat sebanyak 29 kasus kematian terdiri atas 14 PDP, 13 ODP, dan 2 positif.

Baca Juga:   Jajaran Polres Garut Bersama Warga Bantaran Sungai Menanam Pohon

“Dari semula juga memang kebijakan penanganan Covid-19 di Garut ini terlihat enggak ada ketegasan. Apalagi pusat kota sekarang sudah sulit dikendalikan karena makin berjubel. Warga dari perkampunga juga sekarang sudah menyerbu. Mereka bahkan sudah antri dari pagi menunggu toko buka,” kata Yayan (49) warga Pakuwon Kecamatan Garut Kota. (IK/Zainulmukhtar)

Komentar

Berita Terkait