GOSIPGARUT.ID — Meski harus menempuh jarak sepanjang 37 kilometer dengan kondisi jalan rusak berat, namun tidak mematahkan semangat Tim Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, untuk menemui warga dalam mensosialisasikan upaya pencegahan virus corona.
Satgas yang terdiri dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pamulihan bersama Kades Garumukti, berjibaku menyambangi warga Kampung Citampang dan Kampung Cileuleuy, Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Minggu (12/4/2020) kemarin.
Akses jalan yang sulit dan rusak berat mengakibatkan Kampung Citampang dan Kampung Cileuleuy seolah terisolir. Kampung yang dihuni 153 KK ini wilayahnya langsung berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Meski hanya 37 kilometer waktu tempuh dari Desa Panawa menuju Kampung Cileuleuy, namun memakan waktu berjam-jam.
Perjalanan pun berlangsung alot akibat kendaraan harus tertahan di beberapa titik serta harus membantu menderek mobil pengangkut sembako yang amblas di tengah jalan berlumpur. Mobil pengangkut sembako bansos (bantuan pangan non tunai/BPNT) tersebut akan dibagikan kepada warga di Kampung Cileuleuy dan Citampang, Desa Garumukti.
Camat Pamulihan, Abuy Supriatna, S.IP, dan Kapolsek Pamulihan, Iptu Asep Balya, SH, dan Kades Garumukti, Ede Sukmana, memang giat menyambangi warga hingga pelosok terpencil guna sosialisasi cara pencegahan penularan Covid-19 dengan sosial distancing. Kemudian, sosialisasi mencuci tangan menggunakan hand sanitizier dan menjaga kebersihan lingkungan.
Satgas juga memberikan imbauan kepada anak- anak sekolah agar belajar di rumah serta penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum.Kegiatan diakhiri dengan pembagian paket sembako dan smartphone kepada para ketua RT.
“Warga di Kampung Citampang dan Cileuleuy cukup kesulitan mengakses informasi dan kebutuhan lainnya dikarenakan jalan yang rusak berat. Kami dari Forkopimcam Pamulihan turun langsung seperti ke kampung- kampung untuk memberikan arahan dan sosialisasi bagaimana caranya mencegah penularan Covid-19 kepada warga setempat,” kata Abuy Supriatna.
Menurut dia, akses jalan yang rusak berat serta daerah yang rawan longsor, tidak memungkinkan pelaporan secara manual sehingga dibutuhkan alat komunikasi agar bisa mempercepat laporan jika ada bencana dan dugaan penularan Covid-19 kepada satgas desa dan kecamatan.
“Oleh karena itu, selain diluncurkan bantuan sembako dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan warga, juga diserahkan smartphone kepada para ketua RT untuk mempercepat pelaporan,” ujar Abuy. (Respati



.png)








