GOSIPGARUT.ID — Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sisi kehidupan, mulai dari pendidikan hingga ekonomi. Berbagai kebijakan dan imbauan pun dikeluarkan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19, salah satunya mengimbau masyarakat tidak keluar rumah.
Namun, dari imbauan tersebut, masyarakat yang bekerja di bidang jasa merasakan dampak yang luar biasa. Salah satunya jasa angkutan yang mengalami penurunan penumpang hingga 75 persen.
Aep (40) sopir angkutan umum (angkum) jurusan Garut-Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, menuturkan, sejak penyebaran Covid-19 meluas, dia harus rela kehilangan 60 persen pemasukan akibat berkurangnya penumpang.
Banyaknya warga yang beraktivitas di rumah, kata dia, merupakan hal wajar. Ketakutan terjangkit corona adalah salah satu penyebabnya. Namun, dia tak memungkiri, hal itu sangat berdampak bagi dirinya.
“Pinginya mah kondisi begini cepat selesai. Berat kalau untuk orang kecil seperti saya. Hanya mengandalkan dari sopir,” kata Aep.
Ia menambahkan, secara pribadi, dia pun khawatir terjangkit Covid-19. Namun dengan menggunakan masker, menyiapkan hand sanitizer, dan memperkuat imun tubuh, dia memberanikan diri tetap mencari penumpang.
“Gimana lagi, dapur harus tetap ngebul. Makan harus tetap jalan, anak-anak jajan bagaimana kalau saya diam saja di rumah. Pasrah saja saya mah, yang penting saya sudah berusaha agar tidak kena corona,” ujar Aep. (AB)



.png)








