oleh

Aktivis ProDem Sesalkan Tidak Masuknya Garut dalam Daftar Tes Masif Covid-19

GOSIPGARUT.ID — Keputusan Gubernur Jawa Barat yang hanya melakukan tes masif Covid-19 di beberapa kabupaten/kota disesalkan aktivis ProDem, Hasanuddin. Sebab, bagaimanapun Covid-19 telah menyebar hampir di semua kabupaten/kota di Jabar.

Termasuk Kabupaten Garut. Indikasinya dapat dilihat dari jumlah orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang terus meningkat di daerah ini.

“Semestinya tes masif Covid-19 juga dilakukan di Kabupaten Garut. Caranya dengan melakukan tes masif secara sempling di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Garut,” ujar Hasanuddin, Selasa (24/3/2020).

Ia menjelaskan, akibat tidak masuknya Garut bagian dari daerah yang disampling tes masif, maka virus ini makin sulit dideteksi secara akurat di Kabupaten Garut.

“Ini bertentangan dengan apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut yang sudah menetapkan Kabupaten Garut sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) Covid-19,” tambah Hasanuddin.

Menurut dia, dengan ditetapkannya RSUD dr. Slamet sebagai salah satu rujukan, maka sepatutnya Kabupaten Garut mendapatkan prioritas tes masif (rapid tes). Begitu pula dengan kabupaten/kota di sekitarnya (Tasikmalaya dan Ciamis).

Baca Juga:   Pemkab Garut Siapkan 55 APD untuk Penanganan Covid-19

“Kami berharap agar Bupati dan DPRD Garut segera berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat. Jika pihak Pemprov tidak merubah keputusannya tentang daerah tes masif tersebut, setidaknya Pemkab Garut berkoordinasi untuk melakukan tes masif secara mandiri,” ujar Hasanuddin.

Dan tentunya, lanjut dia, melakukan tes masif (rapid diagnosis test/RDT) secara mandiri ini dengan terlebih dahulu meminta sarana prasananya ke Pemprov Jabar. ***

Komentar

Berita Terkait