oleh

Kasus HIV-AIDS di Garut Terus Meningkat, Perselingkuhan Salah Satu Penyebabnya

GOSIPGARUT.ID — Temuan Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Garut terus bertambah setiap tahunnya. Hingga Oktober 2019, penduduk Garut terinfeksi HIV-AIDS tercatat mencapai 695 orang, dari semula sebanyak 242 orang pada 2012. Sebanyak 181 orang di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan temuan baru kasus HIV-AIDS di Garut dalam rentang Januari-Oktober 2019 mencapai 50 kasus. Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Garut Denden Supresiana mengatakan, dari 695 orang dengan HIV-AIDS (ODHA) itu, sebanyak 285 orang di antaranya terinfeksi HIV, dan selebihnya 410 orang sudah pada tahap AIDS.

“Yang sudah terapi ARV sebanyak 427 ODHA. Sedangkan estimasi Kemenkes pada 2015, kasus ODHA di Garut sendiri sebanyak 978 orang,” kata Denden.

Menurutnya, cara penularan HIV paling banyak dijumpai sekarang yakni melalui transmisi atau hubungan seksual tidak aman.Bergonta-ganti pasangan, dan perselingkuhan tanpa diimbangi pengetahuan komprehensif berkaitan kesehatan reproduksi dan seksual juga ikut berkonstribusi positif terhadap penambahan angka kasus infeksi baru HIV.

Baca Juga:   Di Garut, Gubernur Jabar Minta Pemerintah Desa Optimalkan Potensi Daerahnya

Hal itu terlihat dari tren peningkatan temuan kasus HIV-AIDS dalam beberapa tahun terakhir didominasi kalangan Laki Seks Laki (LSL), dan pria beresiko tinggi (High Risk Man/HRM).   

Kendati jika melihat populasi kunci/faktor resiko tinggi, dari sebanyak 695 kasus HIV-AIDS di Garut itu masih didominasi kalangan pengguna narkoba dan zat adiktif suntik (penasun), atau IDUs (injecting drug users) mencapai 188 kasus (53 HIV, dan 135 AIDS).

Baca Juga:   Menipu, Bila Rokok Herbal Disebut Baik untuk Kesehatan

Urutan berikutnya, kasus HIV-AIDS terbanyak dari kalangan LSL sebanyak 171 kasus, pasangan resiko tinggi perempuan 154 kasus (59 HIV, dan 95 AIDS), pasangan resiko tinggi laki-kaju 34 kasus (16 HIV, dan 18 AIDS).

Kemudian kalangan pria beresiko tinggi (HRM) sebanyak 102 kasus, perinatal/anak 16 kasus, waria 23 kasus, wanita pekerja seks (WPS) 2 kasus, dan tak terindentifikasi 5 kasus.

Wilayah sebaran kasus HIV-AIDS semakin luas mencapai 38 kecamatan dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Kasus terbanyak di Kecamatan Garut Kota mencapai 218 kasus (74 HIV, dan 144 AIDS), disusul Kecamatan Tarogong Kidul 101 kasus, dan Tarogong Kaler 44 kasus.

Baca Juga:   Puskesmas Sukarame akan Jalani Penilaian Citra Pelayanan Publik

Para ODHA di Garut didominasi laki-laki sebanyak 462 orang (196 HIV, dan 266 AIDS). Sedangkan ODHA perempuan mencapai sebanyak 233 orang (89 HIV, dan 144 AIDS).

Dari segi usia, mereka terinfeksi HIV-AIDS itu mulai usia nol tahun hingga 60 tahun ke atas. Namun kelompok umur 25 hingga 39 mendominasi kasus tersebut mencapai 529 kasus (221 HIV, dan 308 AIDS).(Zainulmukhtar)

Komentar

Berita Terkait