GOSIPGARUT.ID — Harapan warga Kampung Penanggungan, Kelurahan Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan, dan Kampung Tegalpanjang, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, untuk segera memiliki jembatan penghubung antar kedua kampung itu tampaknya akan segera terwujud.
Pasalnya, di atas sungai Cimanuk yang selama ini menggunakan perahu rakit sebagai alat penghubung antara kedua kampung itu, akan segera dibangun jembatan gantung. Di mana nantinya, warga setempat — terutama anak-anak sekolah, tak perlu khawatir lagi jika menyebrangi sungai terbesar di Kabupaten Garut tersebut.
“Kemarin saya bersama Tim dari DPMD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Garut menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) di lokasi jembatan rawayan yang akan dibangun oleh Pemprov Jabar. Rencananya pada minggu-minggu ini jembatan akan segera dibangun, dengan harapan pada musim hujan kesulitan warga sudah terantisipasi,” kata mantan Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan, Jum’at (4/10/2019).
Ia yang akan mencalonkan kembali di Pilkades Sukasenang itu menambahkan, pada awal 2019 Bupati Garut sudah meninjau lokasi penyeberangan dan menyatakan tidak boleh ada masyarakatnya yang menyebrangi sungai dengan menggunakan rakit. Pemkab Garut, kata Iwan, berjanji akan menyalurkan anggaran untuk pembangunan jembatan rawayan yang membentang di atas sungai Cimanuk dan kerap dilintasi oleh siswa-siswi SDN Tegalpanjang tersebut.
“Disampaikan oleh pihak DPMD Provinsi bahwa pengerjaan jembatan rawayan akan dilaksanakan langsung oleh tim dari provinsi dengan bantuan dari Gubernur Jawa Barat sebesar Rp200 juta. Mudah-mudahan Pemkab Garut juga segera merealisasi bantuannya, dan anak-anak sekolah tidak perlu khawatir lagi saat melintas sungai Cimanuk,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Garut, H Aji Sukarmaji, M. Si menyampaikan, saat ini DPMD Provinsi Jawa Barat sedang meluncurkan program Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa). Melalui program ini, DPMD Provinsi akan segera membangun 20 jembatan gantung di sejumlah kabupaten dan kota Jawa Barat. Ada dua prioritas yang ditentukan yakni akses sekolah dan aktivitas ekonomi.
“Pemilihan lokasi pembangunan jembatan gantung didasarkan skala prioritas, salah satunya di Kabupaten Garut akan segera dibangun jembatan yang menghubungkan Kecamatan Karangpawitan dan Kecamatan Banyuresmi. Kami berharap pembanguan jembatan ini akan mempermudah akses sekolah dan konektivitas antardesa di wilayah tersebut,” kata dia. (Yon)



.png)











