GOSIPGARUT.ID — Tahun 2020, Pemkab Garut akan mempersiapkan kawasan Garut Selatan untuk menjadi kabupaten baru. Persiapan yang dilakukan di antaranya menyediakan anggaran guna kegiatan pengkajian dan pembangunan pendopo.
“Mulai tahun depan, kita akan lakukan persiapan termasuk penganggaran untuk sejumlah kegiatan pembentukan Kabupaten Garut Selatan,” ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan, belum lama ini.
Ia mengakui, pihaknya telah mendapatkan surat dari Pemprov Jabar yang isinya Pemkab Garut harus melakukan persiapan pembentukan Garut Selatan menjadi kabupaten baru. Persiapan ini merupakan bagian dari persyaratan yang harus ditempuh untuk dapat membentuk pemekaran daerah yang diatur dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda).
Sebelumnya tutur Rudy, memang telak dilakukan pengkajian sebagai salah satu syarat pembentukan Kabupaten Garut Selatan. Namun kajian tersebut dianggap tidak sesuai karena tidak mengacu pada UU Nomor 23 tahun 2014 sehingga harus dilakukan lagi kajian baru.
“Kita harus lakukan pengkajian lagi terkait rencana pemekaran Garut selatan ini. Kajian yang dulu dianggap tak mengacu pada undang-undang meskipun sebetulnya sudah ada Amanat Presiden (Ampres) untuk pemekaran tiga daerah di Jawa Barat,” katanya.
Hal inilah menurut Rudy yang menjadi salah satu alasan Pemkab Garut untuk melakukan persiapan sebagaimana permintaan Pemprov Jabar untuk pemekaran Garut Selatan. Selain untuk kajian dan pembangunan pendopo, anggaran juga diperuntukan bagi pembangunan infrastruktur lainnya, seperti jalan dan rumah sakit, mulai tahun 2020.
Rudy menyampaikan, sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2014, tidak ada lagi Daerah Otonomi Baru (DOB) seperti halnya Pangandaran. Untuk saat ini yang ada adalah daerah persiapan dimana setelah ditetapkan jadi daerah persiapan, ada waktu hingga tiga tahun untuk menjadi kabupaten baru.
Diungkapkannya, dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), Pemkab Garut juga menginginkan adanya pemekaran. Apalagi sesuai Amanat Presiden ada tiga kabupaten di Jawa Barat yang akan dibentuk menjadi DOB termasuk Kabupaten Garut Selatan.
Sementara Presidium Pemekaran Garut Selatan (Garsela), mengatakan pihaknya juga saat ini terus mendampingi Pemkab Garut dan desk DOB dalam mempersiapkan calon lokasi ibu kota Garsela.
“Sekarang sudah ada 228 hektare lahan di Kecamatan Mekarmukti untuk lokasi ibu kota Garut Selatan ini,” kata Ketua Presidium Garut Selatan Dedi Kurniawan.
Lahan yang sudah ada, kata dia, merupakan hasil kerja keras Presidum Garsel dalam mempersiapkan terbentuknya DOB Garut Selatan. “Kami juga sudah mendorong Pemkab Garut untuk membuat pendopo dan insyaallah tahun ini pendopo akan dibangun,” terangnya.
Dia menerangkan pendopo dalam jangka dekat akan dijadikan tempat penerima tamu kepala daerah maupun provinsi ketika berkunjung ke wilayah Garut Selatan. “Pendopo ini nanti akan dijadikan kantor bupati sementara ketika Garsel sudah jadi DOB,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga terus memberikan kajian kepada pemerintah daerah dalam peningkatan status jalan di wilayah Garut Selatan. Yang tadinya jalan kabupaten menjadi jalan provinsi dan jalan provinsi menjadi jalan nasional. “Kami beri kajian itu untuk meringankan beban pemerintah daerah ketika dilakukan pemekaran,” katanya.
Mengenai infrastruktur awal ketika dijadika DOB, Dedi menerangkan sudah disiapkan. Saat ini, pihaknya sudah mengidentifikasi kantor-kantor milik pemerintah di Garsela yang nanti akan dijadikan kantor dinas sementara. “Di Garut Selatan itu ada 4.500 personel PNS yang nanti akan dijadikan pelayan awal kepada masyarakat,” terangnya.
Karena itu, kata dia, Garut Selatan menjadi sudah siap menjadi DOB, baik itu infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM). “Intinya kami sudah siap semua. Masyarakat Garut Selatan juga ingin secepatnya (dimekarkan),” katanya.
Dedi menambahkan Presidium Garsel juga sudah menyerahkan blue print pembangunan Garut Selatan. Sehingga, ketika nanti Garut Selatan dimekarkan dan menjadi DOB, pembangunannya sudah terkonsep dengan baik. “Kami tidak ingin hanya sekadar memekarkan saja, tetapi kami ingin DOB Garsel ini bisa menjadi daerah baru percontohan bagi daerah lain di Jawa Barat khususnya,” paparnya. ***



.png)




















