GOSIPGARUT.ID — Rasa kecewa tampak terpancar dari raut muka Yus Yusera, Ketua DPK KNPI Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, usai mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-74, Sabtu (17/8/2019). Betapa tidak? Pasalnya, dalam moment penting itu pihaknya seolah merasa tidak dihargai oleh panitia perayaan hari besar nasional (PHBN) setempat.
Menurut dia, tak selembarpun piagam penghargaan yang diberikan kepada induk organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Kecamatan Bayongbong itu dari panitia PHBN. Sementara sejumlah OKP yang berada di bawah naungan KNPI, justru mendapat pengakuan melalui penghargaan.
“Hari ini kita (KNPI) sudah tidak dianggap mitra lagi oleh pihak pemerintah Kecamatan Bayongbong. Entah apa alasanya. Yang jelas, ketika sejumlah OKP yang berada di bawah naungan KNPI mendapat pengakuan melalui penghargaan, sementara kami induknya tidak disebut-sebut,” ujar Yus yang didampingi sekretarisnya Encep.
Ia menambahkan, pihaknya bukan berharap selembar kertas penghargaan dari panitia PHBN, namun yang dibutuhkan adalah bentuk pengakuan kemitraan dari mereka.
“Panitia PHBN sebelumnya tidak pernah berkoordinasi dalam momentum nasional ini, padahal bentuk kontribusi kami kepada pemerintah Kecamatan Bayongbong sangat jelas dalam segala hal. Kami selalu berkontribusi sesuai kemampuan dan kewenangan kami,” tandas Yus.
Pernyataan Ketua KNP Bayongbong itu diamini oleh anggota MPI Kecamatan Bayongbong, Dedi, yang menyebutkan bahwa jajaran panitia PHBN tahun ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, dalam hal menghargai KNPI.
“Ini sebuah miskomunikasi dan ketidakpahaman panitia PHBN. Hal ini secepatnya harus segera diluruskan agar tidak menjadi upaya pengkerdilan terhadap organisasi KNPI Kecamatan Bayongbong,” ujar dia.
Hari itu juga, Dedi meminta agar diselenggarakan audensi dengan jajaran panitia PHBN Kecamatan Bayongbong. Maka digelarlah audensi di ruang kerja camat. Hadir dalam acara tersebut yakni Nandang S, mantan Ketua DPK KNPI periode sebelumnya dan beberapa unsur media.
Sekmat yang bertindak selaku ketua panitia PHBN Kecamatan Bayongbong, dalam audensi tersebut meminta maaf kepada jajaran KNPI atas kelalaiannya. Menurut dia, ini semata-mata hanya karena faktor ketidaktahuan saja akan mekanisme organisasi kepemudaan.
“Kami benar-benar minta maaf atas semua ini. Karena kesibukan kami dalam mengelola kepanitiaan, sehingga kami kurang kontrol terhadap undangan dan pihak-pihak yang harus menerima penghargaan,” ucap Sekmat.
Sekretaris DPK KNPI Kecamatan Bayongbong, Encep menimpalinya dengan mengajukan beberapa pertanyaan, di antaranya: apa indikator penilain pihak panitia PHBN untuk memberikan sebuah penghargaan, agar pihaknya bisa mawas diri kedepan dalam mengelola organisasi?
Sampai berita ini dirilis, jawaban akan pertanyaan tadi tak kunjung muncul dari ketua panitia PHBN Kecamatan Bayongbong. Dia hanya menyampaikan klarifikasi bahwa DPK KNPI Kecamatan Bayongbong telah banyak berjasa memberikan kontribusi kepada pemerintah Kecamatan Bayongbong dalam hal penanganan sampah. (Adam)



.png)











