oleh

Tak Hanya Jepang, BUMN pun Lirik Mahasiswa Uniga untuk Program Magang

GOSIPGARUT ID — Tak hanya Jepang yang melirik mahasiswa Universitas Garut (Uniga) untuk melibatkan dalam program magang di negaranya, namun hal yang sama juga dilakukan sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melibatkan 21 mahasiswa Uniga guna mengikuti program magang bersertifikat di BUMN tersebut.

Rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng mengatakan, program ini merupakan implementasi kerjasama antara Uniga dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

“Pengalaman magang di BUMN tentu akan menjadi hal yang tidak terlupakan. Banyak mahasiswa yang berlomba-lomba mengajukan proposal agar bisa diterima di perusahaan BUMN. Keuntungan yang didapatkan dari lokasi magang BUMN menjadi salah satu daya tarik. Selain itu, magang di BUMN juga bisa menambah banyak relasi juga pengetahuan langsung di luar yang diperoleh di bangku kuliah,” ujar Syakur.

Ia menyampaikan, kesempatan magang di BUMN merupakan kesempatan yang membanggakan bagi Uniga karena ini bukti nyata pembelajaran di Uniga diakui, sehingga mahasiswanya bisa diterima di BUMN terkemuka di Indonesia.

“Ini kesempatan yang langka dan sangat berharga, saya harap para mahasiswa dapat memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini karena mahassiwa bisa melihat dan mengambil ilmu secara langsung tentang good governance atau tata kelola perusahaan yang baik,” kata Syakur.

Baca Juga:   12 Alumni dan Mahasiswa Uniga Ikut Dilantik Jadi Anggota DPRD Garut, Siapa Saja?

Ia menjelaskan, program ini juga menunjukan gambaran perkuliahan Uniga yang berbasis link and match atau penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja ke depan.

“Kita berharap ada komunikasi yang lebih intens antara Uniga dan BUMN sehingga secara langsung ataupun tidak bisa lebih memberikan kontribusi bagi pembangunan BUMN yang memiliki peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi bangsa Indonesia,” ungkap Syakur.

Ia menambahkan, meskipun kerjasama ini hanya terkait dengan program magang tapi tidak menutup kemungkinan jika kompetensi mahasiswa menunjukan nilai yang baik, bisa saja ada celah kesempatan untuk direkrut menjadi pegawai tetap BUMN tersebut.

“Ya, kita berdoa selama proses magang bisa terjalin komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan BUMN, sehingga terbuka kesempatan untuk diterima sebagai karyawan tetap BUMN tersebut. Mudah-mudahan beroda saja,” kata Syakur.

Baca Juga:   BEM FISIP Uniga Adakan PKD, Peserta Cukup Antusias

Wakil Rektor Uniga Bidang Kemahasiswaan Dr. Gugun Geusan Akbar, M.Si menambahkan, program magang ini merupakan kerjasama Uniga dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) yang merupakan forum BUMN-BUMN yang dimiliki Indonesia.

Uniga, jelas dia, telah melakukan MoU. Dari 3.500 perguruan tinggi, Uniga merupakan satu dari 250 perguruan tingi yang telah melakukan kerjasama dengn FHCI tersebut.

“Tahun ini kurang lebih sekitar 5.000 kuota mahasiswa yang tersedia dalam program magang tersebut sebagai implementasi kerjasama FHCI dengan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Di mana, para peserta magang nantinya memperoleh sertifikat dari BNSP yang telah diakui negara-negara di Asean,” kata Gugun.

Jadi, tambah dia, mahasiswa peserta magang punya kesempatan besar bisa direkrut menjadi karyawan tetap di BUMN bersangkutan. Selama proses magang, mereka mendapat honorarium yang cukup baik sesuai ketentuan di perusahaan.

Menurut Gugun, ke-21 mahasiswa Uniga yang lolos seleksi magang di BUMN itu terdiri dari berbagi fakultas. Mereka akan ditempatkan di tujuh BUMN di antaranya: Pasyarika Fauziah dari prodi pariwisata dan Khadijah Mutmainah dari prodi pariwisata (ditempatkan di Perum Jasa Tirta II).

Baca Juga:   Gandeng NSDevil Korsel, Uniga Kembangkan Sistem Pendidikan UBT dan U-Learning

Kemudian, Rafdi Syukma (ditempatkan di Perum Perhutani), Meris Selfiani dari prodi akuntansi, Febriani Rahmanilah prodi akuntansi, Detri Mauladi prodi akuntansi, Muhammad Faisal Eka prodi akuntansi, Muhammad Husna prodi manajemen, Nisa Narpadila prodi manajemen, Rifani Fachrul Insani prodi manajemen, Mustofa Abror prodi manajemen, Rina Mustika prodi farmasi dan Ahmad Nur Faozi prodi akuntansi (diterima di PT Bio Farma).

Selanjutnya, Aji Pratama prodi pariwisata (diterima di PT. Pelabuhan Indonesia), Irna Nurhidayah prodi akuntasi, Neng Teti Sobariah prodi akuntansi (diterima di PT. Perkebunan Nusantara), Grida Saktian Laksito prodi manajemen (diterima di PT. Perusahaan Gas Negara), Ebi Muhammad Rafsanjani prodi akuntansi, Lutfi Muhammad Ramdhan prodi manajemen (diterima di PT Indonesia Power), Muhammad Ilham prodi Manajemen, Yosef Rangga prodi Manajemen (diterima di PT Pos Indonesia). (Yuyus)

Komentar

Berita Terkait