GOSIPGARUT.ID — Keluarga besar SMKN 1 Garut (siswa dan para guru) menggelar silaturahmi dan do’a bersama menjelang Ramadhan 1440 Hijriyah. Acara yang lebih populer dengan istilah “keramasan” bagi sekolah itu telah menjadi agenda tahunan setiap menjelang datangnya bulan Ramadhan.
Kegiatan dilaksanakan di lapang olahraga Garuda Hitam SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk No. 309, Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut.
“Ini adalah salah satu media untuk saling memaafkan menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadhan tahun ini,” kata Kepala SMKN 1 Garut, Drs H Dadang Johar Arifin, MM kepada wartawan, Jum’at pagi (03/05/2019).
Ia mengatakan, setelah acara do’a bersama kemudian dilanjutkan dengan bersalaman dari siswa kepada guru dan guru kepada guru. Ini sebagai tanda bermaafaan dan saling membebaskan dari berbagai kesalahan yang mungkin pernah dilakukan, sehingga ketika masuk bulan Ramadhan semua warga SMKN 1 Garut diharapkan sudah dalam keadaan suci lahir bathin.
“Ini sebetulnya acara rutin seperti acara menyambut hari besar atau apa pun, juga diawali dengan berdoa. Kemudian memberikan arahan bahwa pada waktu puasa nanti, kegiatan di sekolah lebih diperbanyak kepada kegiatan pemahaman religius atau pembentukan karakter supaya anak lebih mendekatkan diri kepada allah SWT,” ujar Dadang.
Ia berharap, kegiatan ini mendatangkan berkah bagi keluarga besar sekolahnya. Kemudian juga siswa dan guru diberi kekuatan iman dan tauhidnya oleh Allah SWT.
“Selama bulan puasa, siswa kami akan mempelajari tentang Al-Qur’an hatdis, ketauhidan, supaya siswa itu punya bekal di hari kelak. Sebab, bukan hanya masalah duniawi saja yang kita kerjakan, tetapi untuk akhirat pun harus dilakukan supaya ada keseimbangan,” kata Dadang.
Ia menambahkan, berdasarkan kesepakatan juga surat keputusan Dinas Pendidikan, selama dua minggu menjalankan puasa, kepada anak didiknya akan lebih ditekankan pada kegiatan yang sarat nilai-nilai agama. “Yakni tentang pemahaman dan kedalaman agama, tentang ketauhidan, dan ketakwaan yang lebih diperbanyak menunya,” ujar Dadang
Menurut dia, pelaksanaan kegiatan itu tidak akan mengganggu, karena bersamaan dengan dilaksanakan kegiatan tersebut kegiatan akademik sudah selesai. Dan pada tanggal 12 Mei akan dimulai dengan penilaian akhir semester (ulangan umum).
“Setelah ulangan umum selesai biasanya anak-anak mengalami kekosongan pembelajaran, karena pas di bulan puasa waktunya. Jadi pas sekali waktunya, sebelum pembagian rapot dan kenaikan kelas, anak-anak mengisinya dengan kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial,” kata Dadang.
Ia menyampaikan, kegiatan lain yang akan dilakukan dalam mengisi Ramadhan, salah satunya adalah akan mengumpulkan anak yatim untuk berbuka puasa bersama. ”Kurang lebih sebanyak 500 sampai 1000 orang anak yatim akan kita beri bantuan (sodakoh). Karena mereka sangat membutuhkan sekali bantuan dan uluran tangan orang-orang yang lebih mampu,” ujar Dadang. (Yuyus)

.png)











