Berita

Repitalisasi Pasar Leles Amburadul, Pihak Kontraktor Kabur

×

Repitalisasi Pasar Leles Amburadul, Pihak Kontraktor Kabur

Sebarkan artikel ini
Pembangunan yang asal-asalan, konstruksi bangunan pasar Leles akhirnya ambruk. (Foto: Nul Zainulmukhtar)

GOSIPGARUT.ID — Alih-alih menjadi percontohan revitalisasi pembangunan pasar tradisional yang lebih baik dibandingkan revitalisasi pasar-pasar lainnya di Kabupaten Garut yang kerap bermasalah, program revitalisasi Pasar Leles malah amburadul.

Selain mangkrak hingga pembangunannya dihentikan sementara, kini kondisi konstruksi pondasi, dan rangka beton bangunan pasar hasil pekerjaan ditinggal kabur kontraktor bersangkutan malah ambruk.

Padahal dana APBD Garut sudah digelontorkan untuk pembangunan pasar tersebut mencapai Rp16 miliar dari total biaya sekitar Rp26 miliar.

Camat Leles Asep Suhendar menyebutkan, bangunan beton pada lantai tiga Pasar Leles yang belum beres itu ambruk pada Minggu lalu (7/4/2019), persis ketika hujan deras mengguyur.

Baca Juga:   Ditanya Kesannya Tentang Garut, Menteri Pertanian Menjawab: Oh Bupatinya Hebat!

Menurut dia, ambruknya rangka beton lantai tiga Pasar Leles sendiri sebetulnya tak terlalu mengejutkan, dan sudah diperkirakan sebelumnya. Sebab, sebelum terjadi hujan deras pun gelagat rangka beton tersebut bakal ambruk sudah terlihat dari kondisi rangkanya yang sudah hampir rubuh. Hanya tinggal menunggu waktu.

“Pembangunan pasar ini kan baru sampai tahap rangka beton. Namun beton untuk atap belum dicor papan, dan besi untuk penahan. Kabarnya, penahan beton ini justeru sudah dibongkar pemborong (kontraktor),” kata Asep.

Baca Juga:   Aplikasi Akuntansi Online: Tingkatkan Efisiensi Bisnis dari Mana Saja Kapan Saja

Dia pun meyakinkan, sesuai informasi diterima dari Pimpinan, tentu ada upaya lanjutan untuk penanggulangan pembangunan Pasar Leles paskakejadian tersebut.

Mangkraknya pembangunan Pasar Leles pun menjadi salah satu dari beberapa proyek Amazing Garut yang gagal, dan membuat Bupati Garut Rudy Gunawan terpukul. Rudy pun mengalami kebingungan mencari solusinya.

“Anggaran untuk Pasar Leles besar. Rp 16 miliar, tapi pembangunannya tidak sesuai dengan yang kami harapkan, dan waktunyapun molor. Sampai saat ini, untuk Pasar Leles belum ada solusinya. Tidak tahu mesti bagaimana,” kata Rudy saat Peresmian Jembatan Maktal 2 Kecamatan Tarogong Kidul pada Rabu (27/2/2019) lalu.

Baca Juga:   Dukung Industri Kendaraan Listrik, Pelindo Solusi Logistik Menangani Bahan Baku Produksi Baterai

Program revitalisasi Pasar Leles disedianya dilaksanakan PT Uno Tanoh Seuramo selaku pemenang tender.

Akan tetapi belakangan disebut-sebut pengerjaannya disub-kontrakkan kepada perusahaan lain. Hal itu mengemuka menyusul adanya pengaduan dari pihak sub-kontraktor ke Pemkab Garut karena belum menerima pembayaran dari PT Uno Tanoh Seuramo, serta tunggakan kepada penyuplai barang, dan upah kerja dengan nilai total mencapai sebesar Rp1,5 miliar. (IK/Yus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *