Budaya

Perlukah Pendidikan yang Adil? Begini Kata Calon Senator Sapei ST

×

Perlukah Pendidikan yang Adil? Begini Kata Calon Senator Sapei ST

Sebarkan artikel ini
Sapei ST. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Calon senator (anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia/DPD RI) dari daerah pemilihan Jawa Barat, Sapei ST, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak asasi setiap warga. Hal ini dijamin oleh UUD 1945.

“Sebagai manusia, pendidikan adalah sarana memuliakan kemanusiaan, karena keutamaan manusia — dari mahluk lainnya — adalah akalnya. Dua hal ini menjadi dasar untuk menyelenggarakan sebuah pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh warga negara Indonesia,” ujar dia, Sabtu (19/1/2019).

Lalu, apakah yang dimaksud dengan pendidikan yang adil menurut Sapei?

“Pendidikan yang adil menurut saya, adalah ketika semua warga negara tanpa membedakan suku, ras, agama, status sosial, kelas ekonomi, kota dan desa, pulau Jawa dan luar pulau Jawa, dapat memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan yang berkualitas atau bermutu,” jawab pria berusia 43 tahun ini.

Baca Juga:   Calon Senator Sapei ST: Idealnya Jabar Dibagi Tiga Wilayah

Sementara yang dimaksud merata dalam hal pendidikan, tambah Sapei, yakni adanya ketersebaran sarana, prasarana dan tenaga pendidikan secara berkualitas pada seluruh wilayah.

Apa agenda kebijakan yang ingin Anda perjuangkan?

“Saya ingin memperjuangkan kebijakan yang memprioritaskan peningkatan akses pendidikan di daerah pinggiran dan terpencil, pengendalian dan penertiban sekolah-sekolah dari kepentingan akumulasi keuntungan dan kepentingan politik, pembebasan biaya pendidikan 12 tahun untuk seluruh warga, penggalangan dan pengorganisasian peran serta masyarakat, salah satunya adanya program wajib mengajar,” tutur Sapei.

Sebagaimana diketahui, Sapei ST dikenal sebagai ahli penataan wilayah dan kota serta pemberdayaan masyarakat. Ia aktif sebagai pendidik dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dan generasi muda pada aspek kepemimpinan, manajemen organisasi, analisa kebijakan publik, dan pengembangan ekonomi produktif.

Baca Juga:   Umat Nasrani Garut Melebur Bersama Santri dalam Do'a Keselamatan Bangsa

Sejumlah inisiatif yang telah Sapei jalankan. Di antaranya: ketua dewan sekolah kepemimpinan untuk pembaruan desa dan agraria (SKPDA), inisiator dan pengajar pada sekolah politik anggaran (Sepola), dewan pengarah dan pengajar pada sekolah pengusaha juara (SPJ) dan pesantren latihan kerja (Palka).

“Dalam senggang waktu, sesekali saya pun suka membuat lagu dan belajar aksara Sunda kuno dengan mukti-mukti serta pegiat Majelis Sastra Bandung (MSB),” kata alumni jurusan teknik planologi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Minggu (13/1/2019).

Sapei menjelaskan, ia menempuh pendidikan formal diawali dengan menimba ilmu di SDN IV Lemahabang, Karawang. Kemudian dilanjutkan ke jenjang sekolah pertama, SMPN Lemahabang, Karawang. Di tingkat sekolah lanjutan atas, ia adalah lulusan SMUN 1 Bandung.

Baca Juga:   Bangunan Roboh, SDN 4 Bayongbog Tak Dapat DAK Malah Dibantu CSR BUMN

“Di pendidikan informal, pada tahun 2012, saya pernah terlibat pada Fellow of American Council for Young Political Leader (ACYPL),” katanya.

Selain itu, lanjut Sapei, pada tahun 2005 ia pernah terlibat pada Comparative on Pro Poor Participatory Budgeting in Porto Allege, Brazil. Pada tahun 2002 terlibat pada Comparative Study on Poeple Based Advocacy in Pune, Maharashtra India. (Yus/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *