GOSIPGARUT.ID — Dua sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, bangunannya mengalami kerusakan akibat terguncang gempa bumi di perairan Banten, pada Jum’at malam (2/8/2019). Dua sekolah tersebut, yakni SDN 2 Karangsewu dan SDN 1 Cikarang.
Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Cisewu, Agus Rajab, membenarkan peristiwa rusaknya bangunan dua sekolah dasar yang ada di wilayah kerjanya itu disebabkan oleh guncangan gempa bumi tektonik yang terjadi di Banten, Jum’at malam.
“Benar Kang, akibat gempa bumi semalam, bangunan dua SD di Cisewu mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa bagian pada dinding ruang kelas mengalami retak-retak. Atas kerusakan itu, kami sudah melaporkannya ke Dinas Pendidikan Garut,” kata Agus, Sabtu (3/8/2019).
Menurut dia, yang diamini oleh Kepala SDN 2 Karangsewu — Ahmad Hidayah, dengan kerusakan struktur bangunan sekolah tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada keselamatan siswa dan kenyaman dalam proses belajar mengajar apabila tidak segera diperbaiki.
“Tingkat kerusakan yang diderita SDN 1 Cikarang pun sama seperti yang diderita SDN 2 Karangsewu. Kami khawatir ini akan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut,” tandas Agus.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin, menguatkan kekhawatiran pihak sekolah dan Koordinator Wilayah Kecamatan Cisewu. Di mana, kalau kerusakan itu dibiarkan, dipastikan akan mengganggu proses belajar mengajar.
“Kami akan berusaha keras untuk segera memperbaiki kerusakan ruang kelas di SDN 2 Karangsewu dang SDN 1 Cikarang,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Ade menjelaskan, ada beberapa sumber pembiayaan yang dimungkinkan bisa dipakai untuk memperbaiki bangunan yang rusak di kedua SD itu.
“Kalau ke dana alokasi khusus (DAK) Pendidikan tentunya harus pada 2021. Mudah-mudahan saja untuk memperbaiki keruksakan dua sekolah itu diusulkan ke pusat melalui dana bencana, atau APBD 2 tahun 2020,” ujar dia. (Fj/Gun)



.png)







