Berita

Dari Pembersih Masjid ke Tanah Suci, Kisah Tiga Marbot Garut Ketiban Rezeki CSR

×

Dari Pembersih Masjid ke Tanah Suci, Kisah Tiga Marbot Garut Ketiban Rezeki CSR

Sebarkan artikel ini
Dua dari tiga marbot masjid di Garut yang diberangkatkan umroh dari rejeki CSR.

GOSIPGARUT.ID — Rutinitas menyapu lantai masjid, membersihkan sajadah, hingga merawat pengeras suara saban hari berbuah manis bagi tiga marbot di Kabupaten Garut. Mochammad Hamdan Alfaruq, Andrianto, dan Nu’man Nurkholis resmi dilepas untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci usai menerima ganjaran program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), Senin, 21 September 2026.

Keberangkatan tiga penjaga rumah ibadah yang juga aktif di Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Garut ini menjadi potret langka apresiasi terhadap profesi yang kerap luput dari perhatian publik.

​Upacara pelepasan yang dirangkaikan dalam Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, dipenuhi rasa haru. Bagi ketiga marbot, tiket umrah ini bukan sekadar hadiah cuma-cuma, melainkan pengakuan atas dedikasi dan kerja-kerja sunyi mereka menjaga kemakmuran masjid di tingkat akar rumput.

​Ketiga penerima manfaat tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam membina kehidupan beragama di Garut. Mochammad Hamdan Alfaruq saban hari mengabdi sebagai marbot Masjid Jami Ar-Rohman sekaligus menjabat Sekretaris DMI Garut. Andrianto merupakan marbot Masjid Jami Al-Barokah yang mengemban amanah Wakil Ketua DMI Garut.

Baca Juga:   Pelindo Dukung Jalur Penang – Lhokseumawe untuk Dorong Ekonomi Masyarakat Aceh Utara

Sementara Nu’man Nurkholis adalah marbot setia Masjid Agung Garut, ikon tempat ibadah utama masyarakat setempat.

​Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyebut ganjaran umrah dari skema CSR perusahaan ini sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada para pegiat masjid yang konsisten mengabdi tanpa pamrih dari tingkat daerah hingga pusat.

​”Itu saya kira posisi riil yang kita hadapi di depan mata kita. Tetapi sebetulnya yang terselip di balik semua ini, Allah SWT sudah menggerakkan dan memberikan keberpihakan kepada orang-orang yang diberikan nilai lebih. Atas kuasa Allah, teman-teman kita Pak Hamdan, Pak Andri, dan Pak Kholis ditingkatkan derajatnya,” kata Nurdin Yana di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Garut.

Baca Juga:   174 Jemaah Haji Garut Kloter 22 Dilepas ke Tanah Suci, Bupati Syakur: Jaga Kesehatan dan Kekompakan

​Profesi marbot kerap dipandang sebelah mata dan minim apresiasi finansial. Sinergi antara dana CSR korporasi dan DMI Garut membuktikan bahwa peran para penjaga rumah ibadah ini memiliki nilai strategis dalam menjaga ketahanan spiritual serta pusat kegiatan sosial-keagamaan warga.

Keberangkatan mereka diharapkan menjadi pemantik bagi sektor swasta lain untuk memperluas jangkauan program penghargaan serupa hingga ke kawasan perdesaan pada masa mendatang.

​Nurdin Yana menambahkan, peristiwa ini harus menjadi cermin dan pengingat (tazkirah) bagi seluruh jajaran birokrasi dan masyarakat Garut. Panggilan ibadah ke Baitullah, kata dia, adalah rahasia takdir yang tidak bergantung pada pangkat, jabatan, atau kedudukan sosial seseorang di masyarakat.

​”Ini menjadi tazkirah bagi kita semua. Mudah-mudahan besok lusa, Allah menggerakkan kita semua untuk sampai dengan berbagai jalan yang dipilih oleh Allah SWT. Saya kira bagi Allah tidak sulit akan memberangkatkan kita, kalaupun Allah sudah berkehendak maka Allah akan menggerakkan orang itu, sehingga kita bisa berangkat ke Makkah untuk diundang oleh Allah SWT,” tuturnya.

Baca Juga:   GPOS Pimpin Transformasi Digital dalam Industri Farmasi Indonesia

​Di akhir prosesi pelepasan, Sekda Garut menitipkan pesan dan amanah khusus kepada para jemaah. Ketiga marbot tersebut diminta memanjatkan doa di Makkah dan Madinah demi keselamatan, keberkahan, serta kemajuan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Garut.

​”Kita doakan mereka yang akan berangkat. Sebaliknya, kami minta doa teman-teman yang berangkat ke Makkah agar mendoakan Kabupaten Garut senantiasa dalam keadaan baik-baik saja. Sehingga pada akhirnya pemerintah Kabupaten khususnya kita semua aparatur sipil dapat diberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik dan keberpihakan kepada masyarakat Kabupaten Garut,” ujar Nurdin menutup sambutannya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *