Budaya

Wanoja Gatra Jadikan Keteladanan Rd. Ayu Lasminingrat Inspirasi Pemberdayaan Perempuan Garut Utara

×

Wanoja Gatra Jadikan Keteladanan Rd. Ayu Lasminingrat Inspirasi Pemberdayaan Perempuan Garut Utara

Sebarkan artikel ini
Rd. Ayu Lasminingrat.

GOSIPGARUT.ID — Dewan Pembina Wanoja Garut Utara (Gatra), Hj Ai Ratna Yuliani Holil, menegaskan bahwa semangat perjuangan Rd. Ayu Lasminingrat masih relevan sebagai inspirasi dalam membangun perempuan yang berilmu, berakhlak, dan berbudaya.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan tokoh pelopor pendidikan perempuan asal Garut itu menjadi landasan gerakan Wanoja Gatra dalam mendorong pemberdayaan perempuan di Garut Utara.

Dalam pernyataan tertulisnya yang diterima. GOSIPGARUT.ID, Ai Ratna menyebut Rd. Ayu Lasminingrat sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya bagi kemajuan peradaban melalui pendidikan, literasi, dan keteladanan.

“Bangsa yang besar lahir dari perempuan yang berilmu, berakhlak, dan berbudaya. Kalimat tersebut sangat tepat menggambarkan sosok Rd. Ayu Lasminingrat, seorang perempuan Sunda yang mengabdikan hidupnya untuk membangun peradaban melalui pendidikan, literasi, dan keteladanan,” ujar Ai Ratna.

Rd. Ayu Lasminingrat (1854–1948) dikenal sebagai putri Raden Haji Muhammad Musa, Hoofd Penghulu Limbangan yang juga merupakan ulama dan pujangga Sunda. Ia tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai agama, ilmu pengetahuan, budaya, dan akhlak.

Baca Juga:   Forkodetada Usulkan Garut Utara dan Delapan CDOB di Jawa Barat

Di tengah kondisi ketika akses pendidikan bagi perempuan masih sangat terbatas pada masa kolonial, Rd. Ayu Lasminingrat dinilai mampu menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas untuk berpikir, berkarya, sekaligus menjadi penggerak perubahan sosial.

Selain menguasai bahasa Belanda, ia juga menerjemahkan sejumlah buku pendidikan ke dalam bahasa Sunda serta menulis berbagai karya yang ditujukan agar masyarakat, khususnya perempuan, lebih mudah memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan.

Perjuangannya semakin nyata melalui pendirian Sakola Kautamaan Istri di Garut pada 1907. Sekolah tersebut tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menanamkan pembentukan karakter, keterampilan, dan nilai-nilai moral bagi perempuan.

Menurut Ai Ratna, gagasan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pendidikan perempuan di Indonesia karena membuka ruang yang lebih luas bagi kaum perempuan untuk memperoleh pendidikan.

Baca Juga:   Relawan Jokowi Galang Para Mantan Bupati Garut Dukung Jokowi-Ma'ruf

Ia juga menilai keteladanan Rd. Ayu Lasminingrat tidak hanya tercermin dari kecerdasannya, tetapi juga dari sikap hidup yang mengedepankan kerendahan hati, akhlak mulia, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Beliau menunjukkan bahwa ilmu harus melahirkan kerendahan hati, akhlak mulia, kepedulian sosial, dan pengabdian tanpa pamrih. Pendidikan bukan untuk mengejar kedudukan, melainkan untuk memuliakan manusia,” kata Ai Ratna.

Bagi Wanoja Gatra, nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam membentuk perempuan Garut Utara yang memiliki kemampuan intelektual sekaligus kekuatan spiritual, moral, dan kepedulian terhadap pembangunan masyarakat.

Ai Ratna menegaskan, organisasi yang dibinanya memandang perempuan bukan hanya sebagai pendamping dalam keluarga, melainkan sebagai pilar utama yang menentukan kualitas generasi dan masa depan daerah.

“Perjuangan Rd. Ayu Lasminingrat harus terus dihidupkan sebagai ruh gerakan perempuan Garut Utara. Meneladani beliau berarti menjadikan ilmu sebagai cahaya, akhlak sebagai mahkota, dan pengabdian sebagai jalan hidup,” ujarnya.

Baca Juga:   PPTPPA Garut Canangkan Pos Bersahaja untuk Memudahkan Pelayanan Masyarakat

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan nilai “Getih Limbangan” yang dimaknai sebagai upaya melahirkan perempuan yang salehah, berilmu, bermartabat, mencintai budaya, serta siap mengabdikan diri bagi kemajuan Garut Utara, Tatar Sunda, dan Indonesia.

Menutup pernyataannya, Ai Ratna menegaskan bahwa sosok Rd. Ayu Lasminingrat tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga tetap relevan sebagai inspirasi bagi gerakan pemberdayaan perempuan masa kini.

“Rd. Ayu Lasminingrat bukan hanya milik sejarah, tetapi cahaya yang terus menerangi langkah Wanoja Gatra dalam membangun perempuan yang beriman, berilmu, berbudaya, dan berperadaban,” tuturnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *