GOSIPGARUT.ID — Sebanyak 545 atlet muda ambil bagian dalam kejuaraan renang “Juara Ngojay Kadua Tahun 2026” yang digelar di GOR Akuatik Talaga Bodas, kawasan SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (20/6/2026). Ajang yang mempertemukan atlet dari klub, sekolah, ekstrakurikuler, hingga peserta privat itu menjadi salah satu wadah pembinaan atlet usia dini di Kabupaten Garut.
Kejuaraan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya kompetisi yang berlangsung secara rutin dan berjenjang untuk mencetak atlet-atlet berprestasi di masa depan.
Menurut Syakur, keberadaan kejuaraan renang yang kini memasuki penyelenggaraan tahun kedua menunjukkan adanya komitmen dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga yang berkesinambungan.
“Tadi kita lihat ini pelaksanaan sudah yang kedua, ini juga berjenjang. Tadi juga ada kelas 4 tahun sampai dengan 17 tahun dan tentunya harus berkesinambungan. Saya berharap ini terus bukan hanya kedua tapi bisa tiga, empat, lima sampai selanjutnya,” ujar Syakur.
Ia menilai, pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kompetisi yang konsisten agar para atlet memiliki ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur perkembangan prestasi mereka dari waktu ke waktu.
Pemerintah Kabupaten Garut, lanjut Syakur, berkomitmen memberikan dukungan terhadap upaya pembibitan atlet sejak usia dini. Dukungan tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Selain menjadi sarana pencarian bibit atlet, penyelenggaraan kejuaraan olahraga juga dinilai memberikan dampak positif bagi sektor lain, termasuk pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Meski demikian, Syakur menekankan bahwa manfaat terbesar dari olahraga adalah pembentukan karakter generasi muda. Melalui olahraga, anak-anak dapat belajar mengenai disiplin, kerja keras, sportivitas, dan semangat pantang menyerah.
“Tidak kalah penting adalah bagaimana kita mendorong anak-anak kita untuk memiliki daya saing, ketangguhan, dan kegigihan yang akan dipelajari secara otomatis kalau mereka olahraga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Muhammad Jafar Rohman mengungkapkan, antusiasme peserta pada kejuaraan tahun ini meningkat signifikan. Hal itu terlihat dari jumlah atlet yang mencapai 545 orang dengan total 1.554 nomor pertandingan yang diperlombakan.
Para peserta berasal dari berbagai klub renang, sekolah, ekstrakurikuler, hingga pembinaan privat, dengan kategori usia kelahiran 2013 hingga 2019. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Garut, tetapi juga dari sejumlah daerah undangan.
Menurut Jafar, tingginya partisipasi peserta menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga renang sekaligus menunjukkan pentingnya penyelenggaraan kompetisi sebagai sarana pembinaan atlet muda.
Melalui ajang ini, para atlet diharapkan memperoleh pengalaman bertanding yang lebih luas serta termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Kejuaraan “Juara Ngojay Kadua 2026” pun diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan generasi perenang berprestasi dari Garut. ***



.png)

















