GOSIPGARUT.ID — Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Asep Lukman, menilai program MBG memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja.
Dalam unggahan video yang dilihat GOSIPGARUT.ID pada Senin (11/5/2026), Asep menyebut program tersebut diperkirakan mampu menyumbang sekitar satu persen terhadap pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan hingga 1,5 juta orang.
“MBG itu diasumsikan menyumbang terhadap satu persen pertumbuhan ekonomi. Dan berapa coba tenaga kerja? Satu juta setengah orang kerja lewat MBG,” ujar dia.
Menurut Asep, keterlibatan pelaku usaha dan para entrepreneur menjadi salah satu faktor yang membuat program tersebut dinilai lebih efektif dibanding sejumlah program bantuan sosial sebelumnya.
Ia membandingkan MBG dengan program lain yang menggunakan anggaran negara seperti bantuan langsung tunai (BLT) maupun bantuan operasional sekolah (BOS).. Menurut Asep, MBG memiliki dampak ekonomi yang lebih luas karena melibatkan banyak pihak dalam rantai kegiatan usaha.
“Ini menurut saya jauh lebih efektif. Kenapa? Karena ada aktor lain yaitu para entrepreneurship atau para pegiat usaha yang tiba-tiba terlibat,” katanya.
Asep juga menilai kritik dan kontroversi yang muncul terhadap program tersebut merupakan hal wajar mengingat skala program yang besar dan langsung terlihat oleh masyarakat.
“Kalau ini kan kelihatan oleh masyarakat, fisik kelihatan. Masyarakat ada yang memuji, ada yang mengkritik, biasa. Ada aksi demo, ada banyak,” ucapnya.
Meski demikian, Asep menegaskan setiap program pemerintah pada dasarnya tidak lepas dari kritik publik. Karena itu, menurut dia, penilaian terhadap MBG perlu dilakukan secara objektif dengan membandingkan manfaatnya terhadap program-program bantuan sosial sebelumnya.
Selain itu, Asep mengingatkan agar program yang sudah berjalan tidak dihentikan secara mendadak apabila di kemudian hari dilakukan evaluasi oleh pemerintah.
Ia menyarankan agar pemerintah tetap memperhatikan pihak-pihak yang telah berinvestasi dan terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
“Jangan sampai suatu program yang sedang berjalan lalu dihentikan lalu merugikan orang-orang yang berpartisipasi,” katanya.
Asep menilai, apabila suatu saat program dinilai tidak berhasil, pemerintah dapat menghentikannya secara bertahap tanpa merugikan pelaku usaha yang sudah terlibat, atau mengganti skema program dengan tetap mempertahankan aktor-aktor yang telah berinvestasi di dalamnya. ***



.png)





















