GOSIPGARUT.ID — Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, diinterogasi dan dimarahi oleh empat orang viral di media sosial. Tayangan tersebut menuai kecaman luas karena diduga memperlihatkan tindakan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik soal pembangunan desa.
Dalam video yang beredar di Facebook, warga bernama Holis tampak berhadapan dengan dua pria dan dua perempuan yang disebut-sebut merupakan keluarga Kepala Desa Panggalih. Nada tinggi dan tekanan verbal yang terdengar dalam video itu memicu reaksi warganet, yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap aparatur desa yang seharusnya melayani masyarakat.
Holis, melalui akun Facebook-nya, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitasnya yang kerap mengunggah kritik terkait kondisi infrastruktur di desanya, terutama soal jalan rusak yang belum mendapat perhatian.
“Akibat saya mengkritik kebijakan dan memposting jalan rusak di desa,” tulis Holis dalam keterangan video yang diunggahnya.
Video itu dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat. Banyak warganet menyampaikan dukungan kepada Holis dan menilai kritik terhadap pembangunan merupakan hak warga negara yang tidak boleh dibungkam dengan intimidasi.
Sorotan publik terhadap video viral tersebut rupanya sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui sebuah video pernyataan yang diunggah akun Instagram @infojawabarat, Dedi menyampaikan pesan keras kepada seluruh jajaran pemerintahan desa agar tidak bersikap represif terhadap kritik masyarakat.
“Manakala ada orang yang melakukan kritik, memposting pembangunan yang belum berkeadilan—jalan rusak, drainase rusak, saluran air rusak, rumah rakyat miskin yang tidak ada yang peduli—jangan pernah melakukan intimidasi dan pengancaman,” kata Dedi.
Ia menegaskan, di era keterbukaan informasi, aparat pemerintah harus siap menerima kritik sebagai bagian dari proses demokrasi dan perbaikan pelayanan publik. “Sudah bukan musimnya lagi kita anti kritik dan mencaci maki orang yang mengkritik kita. Bahkan sebagai pemimpin, kita harus siap dicaci maki karena itu risiko jabatan,” ujarnya.
Dedi juga meminta agar peristiwa di Desa Panggalih tidak terulang kembali. Ia mendorong adanya rekonsiliasi di tingkat desa serta meminta kepala daerah setempat untuk segera turun tangan menangani persoalan tersebut.
“Lakukan rekonsiliasi, lakukan perbaikan pembangunan, dan jangan pernah membiarkan ada tindakan-tindakan intimidatif terhadap kritik,” tegas Dedi.
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut masih beredar luas di media sosial dan menjadi pengingat bahwa kritik warga terhadap pembangunan merupakan bagian penting dari kontrol publik yang harus dijaga dan dilindungi. ***



.png)











