GOSIPGARUT.ID — Suasana Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Garut, Senin (17/11/2025), mendadak tegang ketika Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan amanat yang secara langsung menohok kinerja para ASN menjelang tutup tahun. Di hadapan seluruh peserta apel di Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Syakur menegaskan bahwa waktu yang tersisa sangat kritis.
“Kita tinggal punya waktu satu bulan setengah. Ini bukan lagi saatnya berjalan lambat—kita harus bekerja keras,” tegasnya membuka amanat dengan nada tinggi.
Bupati Syakur tidak menutupi kekhawatirannya soal rendahnya serapan anggaran di sejumlah SKPD. Ia meminta seluruh jajaran segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengeksekusi program tanpa menunggu detik terakhir.
“Tolong SKPD lakukan evaluasi bagaimana kita melakukan penyerapan anggaran sesuai peruntukannya dan tepat waktu,” ujar Syakur.
Ia menegaskan, anggaran daerah yang tidak terserap bukan hanya menunjukkan ketidakmampuan, tetapi juga menunda manfaat yang seharusnya dirasakan masyarakat.
Peringatan Keras: “Jangan Sampai Ada Silpa!”
Bagian paling menohok dari amanat tersebut muncul ketika Bupati menyinggung risiko munculnya Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran). Syakur menyebut Silpa sebagai indikator kegagalan perencanaan.
“Jangan sampai ada Silpa. Itu menunjukkan perencanaan kita tidak sinkron dengan realisasi di lapangan,” tuturnya.
Syakur menyebut Silpa sebagai “alarm merah” yang tak boleh terulang, terutama di tengah tingginya kebutuhan pembangunan di Kabupaten Garut.
Kemandirian Fiskal Jadi Taruhan Besar
Selain serapan anggaran, Syakur juga menyoroti kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun sebelumnya, PAD Garut hanya mencapai 14%, dan tahun ini ditargetkan naik menjadi 16%.
“Ini memang tidak gampang, tapi sudah dikalkulasi dengan matang. Kita ingin mendorong potensi daerah agar bisa mengenerate income bagi pemerintah daerah,” kata Syakur.
Menurutnya, apabila PAD tidak meningkat sementara belanja daerah terus naik, Kabupaten Garut berpotensi menghadapi risiko defisit, tertundanya pembangunan, dan ketidakstabilan arus kas yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi.
Di akhir amanat, Syakur kembali mengulangi bahwa ASN harus bekerja berdasarkan aturan, cepat, dan tepat. Ia menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti atau tersendat karena alasan administratif.
Dengan nada penuh penekanan, Syakur menutup amanat: “Komitmen kita adalah memastikan pembangunan berjalan adil, merata, dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat Garut.” ***



.png)











