GOSIPGARUT.ID — Pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) akhirnya kembali mendapat kepastian untuk dilanjutkan. Namun, megaproyek yang sempat beberapa kali tertunda itu kini dikerjakan secara bertahap, dengan fokus awal membentang dari Gedebage hingga Tasikmalaya.
Tol Getaci masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Proyek ini sejatinya sudah direncanakan sejak 2020, tetapi pelaksanaannya kerap tersendat akibat kegagalan lelang dan dinamika investasi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pengerjaan bertahap bukan berarti proyek ini dipangkas. “Masih dalam kajian kita ini kemudian dipangkas sampai dengan Tasik, saya pikir bukan masalah pemangkasan ya, tapi pembangunan secara bertahapnya,” ujar Dedi, Jumat, 17 Oktober 2025.
Menurut Dedi, rencana besar pembangunan Tol Getaci tetap sama seperti semula: menghubungkan Jawa Barat bagian selatan hingga Cilacap, bahkan terhubung ke Yogyakarta pada tahap selanjutnya. “Kalau secara penetapan lokasi itu ditetapkan sampai ke Cilacap, sampai Jogja malah ke depan. Itu sudah ada proyeksi sampai ke Jogja nyambungnya,” katanya.
Tahap pertama proyek ini akan dimulai dari Bandung menuju Kabupaten Bandung, Garut, hingga Tasikmalaya. Jalur tersebut menjadi prioritas karena dinilai paling strategis untuk membuka konektivitas ekonomi kawasan selatan Jawa Barat yang selama ini minim infrastruktur besar.
“Proses pembangunannya memang bertahap, ada beberapa koridor yang diprioritaskan. Dimulai dari Bandung, kemudian ke Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Tasik dan seterusnya,” ujar Dedi.
Pembangunan Tol Getaci diproyeksikan membutuhkan investasi besar. Tol sepanjang 206,65 kilometer ini menelan biaya sekitar Rp56,2 triliun. Dalam rancangan awal, segmen pertama sempat disederhanakan menjadi 108 kilometer hingga Ciamis, dengan nilai investasi Rp37,64 triliun.
Namun hingga kini, belum dipastikan berapa total biaya untuk segmen Gedebage–Tasikmalaya. “Cukup besar anggarannya, karena kan baru pertama di wilayah Jabar Selatan,” ucap Dedi.
Meski prospeknya menjanjikan, Dedi tak menampik bahwa tantangan utama proyek ini adalah menarik minat investor. Potensi ekonomi wilayah selatan Jawa Barat memang besar, namun pergerakan lalu lintasnya masih kalah dibanding jalur utara Pulau Jawa yang lebih ramai.
“Sebetulnya lelang ulang itu sudah lama dari 2019 sudah terus bertahap. Tinggal di-upgrade lagi mungkin dengan skema yang baru, dengan ruas yang baru itu mungkin dilelang ulang supaya bisa tertariklah investor ya,” tuturnya.
“Karena kan hitungan bisnisnya kalau Jabar Selatan enggak begitu tinggi dibanding dengan jalur utara,” tambahnya.
Kendati demikian, bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pembangunan Tol Getaci bukan semata proyek infrastruktur, tetapi langkah strategis membuka poros ekonomi baru di kawasan selatan. Setelah puluhan tahun terpinggirkan dari peta pembangunan, wilayah selatan kini mulai mendapat peran dalam rencana besar konektivitas Pulau Jawa.
Tol Getaci, yang dulu sempat dianggap angan panjang, kini kembali menjadi simbol kesabaran dan keyakinan bahwa pembangunan tak melulu harus berlari — kadang, ia perlu dimulai setapak demi setapak, asal pasti sampai tujuan. ***



.png)















