GOSIPGARUT.ID — Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan bahwa dalam rangka membangun dan mengembangkan wilayah Jawa Barat bagian selatan, Pemprov Jabar saat ini tengah menyiapkan program pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS) sepanjang 357 kilometer.
Pembangunan JTS itu, tambah dia — saat melakukan kunjungan ke Garut Selatan belum lama ini, diproyeksikan dapat memangkas waktu tempuh sekaligus mengembangkan potensi pariwisata Jabar bagian selatan. Anggaran yang disiapkan Rp3,8 triliun.
Pembangunan tersebut akan terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama akan dibangun jalan horisontal tengah Jabar selatan yakni dari wilayah Lengkong — Sagaranten (23,20 Km), kemudian Sagaranten — Tanggeung (37,55 Km), disambung Tanggeung — Padasuka/Cipelah (33,79 Km), hingga Padasuka/Cipelah — Rancabali (16,84 Km). Totalnya 111,38 Km.
Kemudian dari kawasan Ciwidey — Pangalengan (22,12 Km), lalu Pangalengan — Cikajang (53,48 Km), disambung Cikajang — Bantarkalong (68,54 Km), kemudian Bantarkalong — Kertahayu (101,48 Km), hingga total sepanjang 245,62 Km. Total keseluruhan trase JTS adalah sepanjang 357,00 Km.
“Konektivitas akan lebih cepat, jalan ditempuh bisa setengahnya. Misalnya dari wilayah Lengkong ke Sagaranten, Sukabumi sekarang 99 kilometer. Dengan JTS dibangun cukup 23 kilometer,” tambah Uu.
Dengan langkah tersebut, ia menyebut bahwa pihaknya pun mendorong supaya desa-desa yang berada di lintasan utama dan jalan baru itu untuk segera bebenah, terutama dalam mengoptimalkan potensi desanya.
“Karena desa-desa yang mempunyai potensi wisata itu bakal berkembang, dalam catatan kami di Tasikmalaya itu ada 50 desa, Sukabumi 35 desa, Garut sekitar 29, semuanya akan tersentuh. Ini perlu dipersiapkan dengan baik sejak awal,” kata Uu. (SM)



.png)











