GOSIPGARUT.ID — Niat hati ingin mengubah nasib, Dini Sri Wahyuni (27), warga Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, justru terdampar di negeri orang. Sejak berangkat ke Arab Saudi pada Juni 2025, perempuan ini tak pernah menerima upah, bahkan tak kunjung mendapatkan pekerjaan seperti yang dijanjikan. Kini, ia terlantar dan hanya berharap satu hal: bisa pulang ke Indonesia.
Kabar memilukan itu sampai ke telinga pemerintah daerah setelah sebuah video Dini menangis minta tolong viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengaku ditipu oleh penyalur tenaga kerja yang menjanjikan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Arab Saudi. Namun, sejak tiba, janji tinggal janji. Ia hidup tanpa pekerjaan, tanpa uang, dan tanpa kepastian.
Menanggapi hal itu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut bergerak cepat menelusuri kasus tersebut. Kepala Disnakertrans Garut, Muksin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk membantu pemulangan Dini.
“Kami berupaya semaksimal mungkin membantu proses pemulangannya. Sekalipun dia berangkat secara nonprosedural, pemerintah tetap punya tanggung jawab kemanusiaan,” ujar Muksin kepada wartawan, Senin (13/10/2025).
Menurut Muksin, Dini diketahui berangkat melalui jalur ilegal yang tidak sesuai prosedur. Disnakertrans kini tengah menelusuri pihak yang menyalurkannya, sembari berkoordinasi dengan keluarga korban di Garut.
“Kami sudah menghubungi keluarga korban untuk mengetahui siapa yang memberangkatkan dan bagaimana prosesnya,” tambahnya.
Muksin menegaskan, kasus seperti ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh janji manis oknum penyalur tenaga kerja ilegal.
“Kalau ada yang menawarkan kerja ke Timur Tengah, apalagi dengan gaji besar tanpa izin resmi, itu pasti ilegal. Harus hati-hati, karena saat terjadi masalah, penyelesaiannya sangat sulit,” tegasnya.
Hingga kini, Disnakertrans Garut bersama BP3MI masih berupaya melakukan komunikasi dengan otoritas di Arab Saudi untuk memastikan keselamatan dan pemulangan Dini.
Kisah Dini menjadi potret suram ribuan pekerja migran yang berangkat lewat jalur belakang. Mereka meninggalkan tanah kelahiran dengan harapan, namun kerap kembali dengan luka. “Saya cuma ingin pulang. Saya rindu keluarga,” ujar Dini lirih dalam video yang kini menyebar luas di media sosial.
Harapan itu kini menggantung di tengah upaya pemerintah memulangkannya — sebuah perjalanan panjang dari mimpi ke kenyataan pahit yang harus ditebus dengan air mata. ***



.png)


















