Berita

Bawa Kabur Uang Petani, Pasutri Asal Pakenjeng Ini Adalah Pihak yang Tengah Dicari Warga

×

Bawa Kabur Uang Petani, Pasutri Asal Pakenjeng Ini Adalah Pihak yang Tengah Dicari Warga

Sebarkan artikel ini
Pasutri yang disebut membawa kabur uang ratusan juta milik petani jagung di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Sepasang suami istri (pasutri) asal Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, berinisial D dan L adalah pihak yang tengah dicari warga. Pasalnya, penduduk Kampung Cisonggom, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, ini diduga telah membawa kabur uang ratusan juta rupiah milik sejumlah petani jagung yang pernah punya hubungan bisnis dengannya.

Dikatakan warga, pasutri D dan L sekarang tidak diketahui keberadaannya. Setelah berhasil menggondol dan membawa kabur uang milik 17 petani jagung yang umumnya merupakan warga Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, itu keduanya langsung menghilang.

Pihak korban dan warga mengaku telah berkali-kali mendatangi tempat tinggal D dan L di Kampung Cisonggom, namun hingga kini kedua orang tersebut masih belum ditemukan.

Baca Juga:   KNRP Garut Gelar Dongeng Edukasi Palestina di Madrasah Ibtidaiyah Yapinur Limbangan

Warga Desa Tegalgede meminta kepada siapa saja yang mengetehui keberadaan pasutri muda itu untuk segera melaporkan kepadanya atau pihak berwajib. Seperti yang dilihat GOSIPGARUT.ID dalam sebuah postingan media sosial (Facebook) salah satu akun mengungkapkan harapannya tersebut agar keberadaan D dan L segera ditemukan.

“Minta info dan bantuannya, barangkali ada yang pernah melihat dua orang ini (D dan istrinya L, alamat Kampung Cisonggom, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, untuk segera memberitahukan saya. Mudah-mudahan masih ada rezekinya bagi saya dan para petani jagung (sebagai korban),” kata akun Ayu Dewi S dalam postingan Facebook-nya.

Baca Juga:   Dukung Keberlanjutan Lingkungan, PT PHC Indonesia Tanam 500 Pohon Alpukat di Desa Pasirbungur

Ia menjelaskan, pasutri D dan L telah membawa kabur uang ratusan juta rupiah milik petani jagung di Kecamatan Pakenjeng, dengan modus melakukan pembelian jagung dari petani, namun setelah mendapatkan jagungnya D dan L langsung kabur dan tidak melakukan pembayaran kepada petani.

“Jumlah petani yang menjadi korban penipuan D dan L sebanyak 17 orang,” jelasnya. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *