GOSIPGARUT.ID — Proyek pembangunan gedung belajar di SMKN 2 Garut senilai Rp1,9 miliar terjadi mangkrak. Proyek gedung dua lantai yang seharusnya rampung pada bulan Desember 2023 itu oleh pemborongnya malah dibiarkan tidak selesai hingga kini.
Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Edi Kurnia, dampak dari keterlambatan pekerjaannya itu, pihak pelaksana proyek (pemborong) yaitu CV. Mandala Dua sudah diputus kontrak dengan proyek tersebut.
“Kami sudah memutus kontrak dengan pelaksana proyek pembangunan sarana prasarana SMKN 2 Garut itu. Penyebabnya karena mengalami keterlambatan dari jangka waktu kontrak,” ujar dia.
Edi menjelaskan, bahwa pihak sekolah (SMKN 2 Garut) sangat membutuhkan ruangan kelas itu, mengingat jumlah ruang kelas yang dimilikinya masih kurang. Sementara proyek pembangunan ruang kelas yang menelan anggaran Rp1.999.527.000.00 tersebut tidak kelar.
“Tentunya kami dengan pihak sekolah sangat kecewa dengan terjadinya proyek mangkrak ini,” tandas dia.
Senada dengan Edi, Kepala SMKN 2 Garut H. Dadang Johar Arifin juga menyatakan kecewa dengan mangkraknya pembangunan gedung belajar di sekolahnya itu. Pasalnya keberadaan dan rampungnya ruang sekolah tersebut sangat dinantikan pihaknya.

“Kami merasa terganggu dengan mangkraknya pembangunan ruang belajar itu. Soalnya, kami menjadi kehilangan sebagian ruangan yang pernah ada tapi dibongkar untuk dibangun kembali menjadi gedung baru,” ucap dia, saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (31/1/2024).
Dengan mangkraknya pembangunan gedung itu, sambung Dadang, terpaksa beberapa ruang kegiatan yang semula memakai ruangan yang dibongkar tersebut, harus menggunakan (nebeng) di sembilan ruang belajar yang selama ini digunakan kegiatan belajar mengajar.
“Seperti ruang kepala sekolah, ruang TU, dan sejumlah ruang lainnya yang dulu menempati gedung yang dibongkar, terpaksa menggunakan ruang belajar yang ada. Sementara ruangan di gedung yang mangkrak tidak bisa digunakan karena tidak berdinding dan atap,” katanya.
Dadang mengatakan, menurut info dari Dinas Pendidikan Jawa Barat menyebutkan bahwa utuk penyelesaian gedung yang mangkrak menunggu turunnya anggaran perubahan APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2024, yang diperkirakan akan turun pada bulan Oktober.
“Saya menilai pemborong yang mengerjakan proyek ini tidak kualifide, kere, dan tidak punya uang, sehingga tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya,” pungkas dia. (Tomril/Yuyus)



.png)

























Ketika dana diberikan langsung pada pihak sekolah maka ramai2 wartawan dan LSM yang mulia itu turun dan mencari2 kesalahan.kalo ada salah kan dijadikan lahan buat meres kepsek dgn tujuan utamanya adalah dapet duit dari peoyek.eh ketika duitnya gak dikasih ke sekolah dan proyek dilakukan pihak ke tiga,malah gak bener. Itu saya rasakan sendiri bos.makanya gak usah koar2 ngejelekin kepsek, korupsilah atau sebutan buruk lainnya. Kalo dah kayak gini ketahuan kan siapa tuh yang gak bener??????
Bgitulah… Klo ad dana turun banyak tamu yg datang…. Tau sendirilah apa tujuannya mereka datang. 😁😁😁🤭🤭🤭