Berita

Warga Garut Tewas Tertemper KA Papandayan, Humas KAI Larang Warga Beraktivitas di Jalur Kereta

×

Warga Garut Tewas Tertemper KA Papandayan, Humas KAI Larang Warga Beraktivitas di Jalur Kereta

Sebarkan artikel ini
Ayep Hanapi Manager Humas 2 KAI Daop 2 Bandung. (Foto: Yuyus)

GOSIPGARUT.ID — Bertepatan dengan peluncuran Kereta Api (KA) Papandayan yang melayani rute Garut – Gambir di Stasiun Garut Rabu (24/01/24) oleh Menteri Agraria ATR/BPN Hadi Cahyanto, terjadi tragedi tertemper orang di km 16+5/6 petak jalan Wanaraja – Garut oleh KA Papandayan.

Tindak lanjut dari kejadian tersebut, PAM stasiun Garut meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Setelah sampai TKP, korban sudah di pinggir rel dan ditutup kain oleh warga dan sudah ditangani oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Karangpawitan, Babinsa, dan Puskesmas Karangpawitan

Identitas dari orang tersebut adalah pria bernama Ujang Suherman (35 tahun) warga Kampung Sukarame, RT 02/RW 02, Kelurahan Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Orang tersebut telah dibawa oleh pihak Puskesmas Karangpawitan, dan jenazahnya sudah disemayamkan oleh pihak keluarga.

Baca Juga:   Garut Jadi Lokus Layanan Lansia Terpadu, Aisyiyah Ambil Peran

Ayep Hanapi Manager Humas 2 KAI Daop 2 Bandung mengatakan, aktivitas seperti ini tidak hanya berbahaya namun berpotensi melanggar ketentuan undang-undang.

“Larangan soal ini kembali diingatkan karena banyaknya korban akibat aktivitas di sepanjang jalur kereta, KAI dengan tegas melarang masyarakat berada di jalur kereta api untuk aktivitas apapun selain untuk kepentingan operasional kereta api.

Baca Juga:   Heboh Paguyuban Mirip Sunda Empire Muncul di Garut Selatan, Miliki Anggota Ribuan

PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang membahayakan di sekitar jalur KA. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *