Jawa Barat

Aktivis Gerak Jabar Sesalkan Buruknya Kualitas Proyek Jusung di Cadisdikwil XII

×

Aktivis Gerak Jabar Sesalkan Buruknya Kualitas Proyek Jusung di Cadisdikwil XII

Sebarkan artikel ini
Begini kondisi Proyek pengaspalan hotmix dan pembuatan pagar di kantor Cadisdikwil XII hasil pekerjaan perusahaan yang ditunjuk langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jabar. (Foto: Tom)

GOSIPGARUT.ID — Aktivis Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Jabar, Wahyudin Ripadil, sangat menyesalkan terhadap pelaksanaan proyek penunjukan langsung (jusung) pengaspalan halaman parkir dan pembuatan pagar Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII (Cadisdikwil XII) Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

Pasalnya, selain kualitas hasil pekerjaannya dinilai buruk, ditambah lagi nama perusahaan yang melaksanakan proyek itu tidak diketahui banyak pihak. Entah siapa dan dari mana perusahaan yang ditunjuk langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk melaksanakan pengaspalan halaman parkir dan pembuatan pagar Kantor Cadisdikwil XII itu.

Yang pasti, aspal hotmix yang diterapkan pada halaman kantor di Jalan Karikil, Kecamatan Mangubumi, Kota Tasikmalaya, itu terlihat sangat tidak memuaskan bahkan terkesan buruk. Begitu pun dengan pembuatan pagarnya yang dilaksanakan dengan tidak mengutamakan standar kualitas semestinya.

“Ini pekerjaan model apa, masa hotmix seperti ini,” tanya Wahyudin saat bersama GOSIPGARUT.ID melihat hasil pekerjaan yang dilaksanakan perusahaan yang ditunjuk langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jabar itu, Selasa (19/12/2023) sore.

Baca Juga:   Polda Jawa Barat Imbau Pemudik Jangan Berlama-lama di Rest Area, Kenapa?

“Kalau hotmix seperti ini sih, dicakar ayam juga rontok,” tambahnya dengan nada kesal.

Menurut Wahyudin, jangan mentang-mentang nilai proyeknya hanya Rp100 juta, lantas abai terhadap kualitas yang dihasilkan. “Itu kan uang negara, uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan,” tegas dia.

Wahyudin mengatakan, buruknya kualitas pekerjaan pada proyek pengaspalan halaman parkir dan pembuatan pagar Kantor Cadisdikwil XII Kabupaten/Kota Tasikmalaya itu, mesti dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, seraya ditanyakan bidang atau bagian apa yang menunjuk perusahaan yang pekerjaannya buruk seperti ini.

“Atau jangan-jangan besar persentase-nya kepada oknum yang ada di bidang yang menyebar proyek di akhir tahun itu,” ungkap dia.

Baca Juga:   Disdik Jabar Tunda Pengumuman Hasil Pemetaan Calon Murid Baru 2026, Ini Alasannya

Wahyudin merasa yakin jika proyek pemeliharaan dengan sistem penunjukan langsung kepada perusahaan seperti itu bukan satu atau dua, melainkan bisa saja tersebar di setiap Cadisdik lainnya yang berjumlah 13 di Jabar.

“Karena yang saya tau, Dinas Pendidikan Provinsi Jabar setiap tahun rutin berbagi proyek penunjukan langsung menjelang akhir tahun dengan nilai fantastis,” ucapnya.

Pantauan GOSIPGARUT.ID pada Selasa (19/12/2023) memang hasil pengaspalan hotmix halaman parkir di Gedung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII itu nampak berkualitas buruk. Terutama yang berada di samping kanan gedung cabang dinas, berukuran 50 x 20 meter.

Aspal hotmixnya terlihat tipis, sangat rentan terkelupas. Buktinya, memang sudah banyak yang terkelupas, meski pengerjaan proyek itu baru dalam hitungan hari rampung.

Baca Juga:   Dedi Mulyadi Ajak Masyarakat Jabar Berikan Ucapan Selamat dalam Bentuk Benih Padi

“Ini baru terinjak kaki Pak, apalagi kalau tergilas roda kendaraan mungkin akan lebih cepat rusaknya,” kata salah seorang yang ketahui bernama Daris sembari memarkirkan kendaraan roda duanya di lahan parkir yang baru saja selesai dihotmix.

Dimintai komentarnya mengenai pelaksanaan proyek pengaspalan hotmix dan pembuatan pagar di halaman kantornya, Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII, Dedi Suryadin mengaku kalau pihaknya pun tidak mengetahui siapa pelaksana proyek tersebut.

Menurut dia, proyek itu merupakan penunjukan langsung dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. “Kita di sini tidak mengetahui berapa besar anggaranya dan siapa pelaksananya. Kita hanya sebagai penerima manfaat saja. Kalau tidak salah anggaran proyeknya sebesar Rp100 juta,” papar Dedi. (Tom)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *