Berita

Dinsos Garut “Goes to School”, Sosialisasikan Bahaya Perundungan di Sekolah

×

Dinsos Garut “Goes to School”, Sosialisasikan Bahaya Perundungan di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Perlindungan Anak melalui program Gerakan Dinas Sosial Goes to School yang dilaksanakan di SD Sukagalih 5, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (29/5/2023). (Foto: Dok. Dinsos Garut)

GOSIPGARUT.ID — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut menggelar gerakan sosialisasikan tentang bahaya dan pencegahan perilaku perundungan (bullying) pada anak-anak di lingkungan sekolah dasar (SD) dalam rangka menjaga tumbuh kembang anak yang lebih baik.

“Tujuan khususnya yaitu agar tersampaikannya informasi mengenai bullying dan perlindungan anak,” kata Sekretaris Dinsos Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, Senin (29/5/2023).

Ia menuturkan kegiatan sosialisasi perundungan dan perlindungan anak merupakan Program Gerakan Dinas Sosial Goes to School yang dilaksanakan di beberapa sekolah di Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Kemendagri Gelar Seminar “Goes to School” di Garut

Marlinda menyampaikan tujuan lain dari sosialisasi itu agar terciptanya komitmen dan sinergitas antara Dinsos Garut, instansi pendidikan, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak yang memiliki konsentrasi sama yakni memberikan perlindungan terbaik dan maksimal bagi tumbuh kembang anak.

“Mencegah munculnya perilaku bullying atau perundungan, serta mencegah munculnya pelaku bullying atau perundungan baru,” kata dia.

Marlinda menyebutkan program tersebut dikhususkan untuk siswa-siswi sekolah dasar (SD) di antaranya yang sudah dan akan dilaksanakan di SDN 3, 4, dan 5 Sukagalih, SDIT Atikah Musaddad, penerima manfaat LKS Al-Amin, dan Yayasan Sosial Panti Asuhan PASI Ibu Aledja Anggapradja.

Baca Juga:   Kantor BPP Talegong Disatroni Maling, Kartu Tani Diobrak-abrik

Ia berharap hasil dari kegiatan itu bisa tercipta komitmen semua pihak untuk menjadikan suatu kawasan khususnya di lingkungan anak-anak yang bebas dari perundungan.

Salah satu orang tua siswa Hendi (51) mendukung adanya kegiatan sosialisasi tentang bahaya perundungan di lingkungan anak-anak sekolahan, khususnya di tingkat SD.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya sesaat untuk menuntaskan program saja, tapi terus berkelanjutan dan melakukan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjadi perilaku perundungan di kalangan anak-anak.

Baca Juga:   Pemkab Garut Siap Membuat Perda untuk Pembentukan Kabupaten Limbangan

“Tentunya saya sangat mendukung adanya program sosialisasi ini, sangat baik, dan harus terus dilakukan untuk mencegah dan memberikan wawasan pada anak tentang bahaya bullying,” kata warga Tarogong Kaler itu. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *