Wisata

Hutan Mati, Salah Satu “Spot” Menarik di Gunung Papandayan

×

Hutan Mati, Salah Satu “Spot” Menarik di Gunung Papandayan

Sebarkan artikel ini
Hutan mati di Gunung Papandayan Garut. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Tak ada yang dapat menolak pesona keindahan Gunung Papandayan di Kabupaten Garut. Gunung setinggi 2.665 meter di atas permukaan laut ini memang memiliki beragam spot menarik yang selalu dikunjungi oleh para pendaki.

Selain itu, daya tarik gunung ini juga terletak pada padang edelweis-nya yang diklaim sebagai terluas se-Asia Tenggara. Anda pasti setuju jika setiap gunung pasti memiliki cerita misteri. Pun begitu dengan Gunung Papandayan yang nampak indah tiada cela ini.

Salah satu spot di Gunung Papandayan yang menarik perhatian para pendaki adalah Hutan Mati. Ini merupakan hutan yang terbakar akibat erupsi Gunung Papandayan yang telah mengalami empat kali letusan. Letusan di tanggal 12 Agustus 1772 adalah yang paling dahsyat karena menghancurkan 40 desa dan menewaskan 2.957 jiwa.

Baca Juga:   Diakui Secara Nasional, Pasar Wisata Samarang Garut Raih Sertifikat SNI

Hutan Mati dulunya adalah sebuah hutan yang rimbun dan banyak ditumbuhi pepohonan. Akan tetapi, setelah mengalami letusan Gunung Papandayan selama empat kali berturut-turut semua pohon di hutan ini terbakar dan mati. Sisa-sisa pohon yang terbakar nampak hitam dan memenuhi area hutan mati.

Selain menimbulkan kesan angker, ternyata hutan mati juga menjadi spot yang Instagrammable. Hampir setiap pendaki yang melintasi hutan mati pasti mampir dan berfoto di sini. Yang kelihatan angker justru tidak seangker yang Anda bayangkan.

Baca Juga:   Pj Bupati Tekankan Perlunya Peningkatan Kualitas Destinasi Wisata Garut, Begini Langkahnya

Tak ada salahnya jika Anda turut mampir di sini ketika mendaki Gunung Papandayan. (Yus/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *