GOSIPGARUT.ID — Bupati Rudy Gunawan belakangan ini jadi sasaran protes dan kritikan sejumlah kalangan dan anggota DPRD Garut terkait kebijakannya yang tidak populer yakni menaikkan harga eceran tertinggi (HET) liquefied petroleum gas (LPG) ukuran 3 kilogram.
Tak lama setelah protes dan kritikan meruyak, Bupati Rudy Gunawan pun mengeluarkan pernyataan kepada wartawan bahwa pihaknya akan menunda kenaikan HET LPG 3 kilogram yang telah membuat warga Garut meradang.
Menanggapi hal tersebut, pemerhati sosial di Kabupaten Garut, Hasanuddin menilai bahwa sekarang ada kemajuan pada sikap Bupati Rudy Gunawan yang mau mendengarkan masukan dari DPRD Garut dan masyarakat untuk membatalkan kenaikan HET LPG 3 kilogram dengan cara menunda pelaksanaan keputusannya.
“Mudah-mudahan surat keputusan (SK) pembatalan atau penundaannya segera terbit,” kata dia, melalui pernyataan tertulis yang diterima GOSIPGARUT.ID, Jumat (31/3/2023) malam.
Menurut Hasanuddin, meski alasan menaikkan HET LPG 3 kilogram akibat harga bahan bakar minyak (BBM) naik dan pembatalan/penundaan yang disampaikan soal ditemukannya “Pangkalan Fiktif” yang perlu ditertibkan sama-sama tidak relevan, tidak jadi masalah.
Namun yang patut mendapat acungan jempol adalah sudah adanya kemajuan dalam sikap Rudy Gunawan, setidaknya dia sudah mau mendengarkan kritik.
“Harus begitu, menjelang berakhir jabatan jangan sampai membuat kebijakan yang tidak populis, apalagi kontroversial dan bermasalah. Semoga begitu selanjutnya,” pungkas Hasanuddin. ***



.png)















