Peristiwa

Empat Kecamatan di Garut Utara Ini Disebut Sebagai Daerah Rawan Dilanda Angin Puting Beliung

×

Empat Kecamatan di Garut Utara Ini Disebut Sebagai Daerah Rawan Dilanda Angin Puting Beliung

Sebarkan artikel ini
Sejumlah rumah warga di Desa Leles, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Senin (24/1/2022) mengalami kerusakan akibat diterjang hujan deras disertai angin puting beliung. (Foto: Dok. BPBD Garut)

GOSIPGARUT.ID — Empat kecamatan di Garut Utara disebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut sebagai daerah rawan dilanda bencana angin puting beliung. Masyarakat diminta mewaspadainya untuk menghindari risiko dampak dari bencana tersebut.

“Daerah Garut Utara itu memang rawan angin puting beliung, yang harus menjadi perhatian masyarakat, terutama saat musim hujan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi, Minggu. (18/12/2022).

Ia menuturkan, daerah Garut Utara yang rawan dilanda puting beliung di antaranya Kecamatan Kersamanah, Limbangan, Leuwigoong, dan terakhir pada Sabtu (17/12/2022) terjadi di Kecamatan Malangbong.

Baca Juga:   Dua Remaja Asal Bandung Hilang Terseret Ombak di Pantai Karangpapak, Tim SAR Lakukan Pencarian

Satria menjelaskan, selama tahun 2022 tercatat ada empat kali kejadian bencana angin puting beliung melanda utara Garut dengan tingkat dampak merusak bagian atap rumah.

Laporan terakhir bencana angin puting beliung, tambah dia, melanda Kecamatan Malangbong yang berdampak merusak 10 rumah warga dan bagian kanopi pertokoan.

Pemerintah daerah, kata Satria, sudah menanggulangi rumah yang terdampak bencana angin puting beliung dengan memberikan terpal untuk menutup atap selama proses perbaikan, dan bantuan kebutuhan pokok.

Baca Juga:   Pemprov Jabar Segera Verifikasi Usulan Calon DOB Garut Utara

“Untuk kejadian di Malangbong itu ada 10 rumah, dan tentunya kami dari BPBD sudah melakukan upaya membantu mereka yang terdampak,” ujar Satria.

Ia meuturkan, Kabupaten Garut memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi, tidak hanya angin puting beliung tapi juga bencana lainnya seperti longsor, pergerakan tanah, dan banjir.

Pemerintah daerah, kata Satria, sudah melakukan berbagai persiapan, termasuk siap siaga petugas 24 jam untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Baca Juga:   Revitalisasi Pasar Bandrek, Pilot Projeck Pasar Modern di Garut Utara

“Ancaman bencana hidrometeorologi ini terus kita waspadai, dan laporan BMKG bahwa musim hujan ini diprediksi sampai Februari (2023). Jadi kita terus waspada, dan siaga 24 jam,” ucapnya. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *